alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Rayakan HUT Kota Garam dengan Latihan Menulis

28 Juli 2020, 10: 57: 05 WIB | editor : Ugik Wepe

GAYENG: Imron Wijaya bersama Ketua Ikatan Guru Indonesia Rembang Mursidi menjadi moderator pelatihan guru menulis tahap 5 yang digelar secara daring.

GAYENG: Imron Wijaya bersama Ketua Ikatan Guru Indonesia Rembang Mursidi menjadi moderator pelatihan guru menulis tahap 5 yang digelar secara daring. (VACHRI RINADY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, RadarKudus.com - Pelaihan menulis artikel populer tahap ke-5 digelar dengan konsep berbeda. Jika sebelumnya dengan tatap muka. Kemarin, 91 guru mengikuti pelatihan itu secara daring. Pelatihan yang dimotori Ikaran Pegiat Literasi Rembang ini, sekaligus turut memeriahkan momen HUT ke-279 Kabupaten Rembang.

Imron Wijaya moderator pelatihan kemarin standby di Kantor Jawa Pos Radar Kudus biro Rembang di Jalan Pemuda. Ia memandu jalannya pelatihan via Microsoft Teams. Terpisah dengan para peserta dan pembicara lainnya. Seperti Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Kudus Zainal Abidin yang berada di Radar Kudus Building yang ada di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Bae, Kudus.

Selain Zainal Abidin, juga ada pembicara-pembicara berkompeten lain. Seperti Penulis dan Editor M Iqbal Dawami, MIE Expert Microsoft Indonesia Yuche Yahya Sukaca, dan JFKLP3 Unnes Dr. Muh Soleh. Meskipun tak bertatap muka secara langsung pemberian materi tetap berlangsung gayeng.

Kepala Dinas Pendidikan Wilayah III Sunoto juga merasa senang bisa berbincang dengan para guru. Meskipun kemarin dilaksnakan siang hari, ia masih melihat semangat mencari ilmu. Mindset kedepan, kata dia, memang tetap harus belajar. Khususnya tulis menulis. ”Kita punya profesi yang sangat mulia. Masalah tulis-menulis itu  kaitannya kreatifitas. Core (inti)-nya pendidikan tu ada di guru,” ujarnya.

Peserta bisa belajar melalui pembicara. Dengan gaya-gaya tulisan yang mudah dipahami. Kemudian menjadi tulisan yang menarik. Sehingga, dari guru  diharapkan bisa menjadi motor literasi bagi anak-anak didik.

Dengan kehadiran narasumber penulis, peserta dijelaskan tentang teknik-teknik kepenulisan populer secara mendetail. Mulai cara menentukan angel yang menarik, membuat lead (paragraph pertama pada tulisan), sampai tips-tips agar karya itu bisa terbit di media masa. Sebagai penulis dan editor, materi  yang disampaikan M. Iqbal Damawi cukup runtut. Beserta contoh-contoh tulisan yang layak muat.

Seperti tulisannya tentang hari guru. Dengan metode kepenulisan yang ia sampaikan, memang tak perlu diragukan lagi. Artikel itu berhasil dimuat di Jawa Pos. ”Judul tidak perlu panjang-panjang. Cukup empat kata. Seperti yang disampaikan mas Zainal (Pemred Radar Kudus) tadi,” ucapnya.

Seperti pada pelatihan sebelumnya, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta boleh langsung praktik. Ada fasilitas konsultasi dan bimbingan bersama redaksi Jawa Pos Radar Kudus. Dan tentunya, karya itu bakal diterbitkan  di Koran yang eksis di berbagai daerah ini.

(ks/vah/ali/wp/JPR)

 TOP
Artikel Lainya