alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Dua Objek Wisata di Kudus Disimulasikan New Normal, Mana Saja?

28 Juli 2020, 09: 53: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

NEW NORMAL: Desa Wisata Wonosoco, Undaan, Kudus, disimulasikan penerapan new normal sebelum dibuka kembali untuk pengunjung belum lama ini.

NEW NORMAL: Desa Wisata Wonosoco, Undaan, Kudus, disimulasikan penerapan new normal sebelum dibuka kembali untuk pengunjung belum lama ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus menambah jumlah objek wisata disimulasikan utnuk dibuka dalam masa persiapan penerapan new normal life. Dua objek wisata tersebut yakni wisata Wonosoco, Kecamatan undaan dan River Tubing, Kecamatan Gebog. Dua wisata ini dipersiapkan untuk dibuka secara permanen melalui simulasi pembukaan dengan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Disbudpar Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, simulasi pembukaan objek wisata harus diterapkan kebiasaan baru untuk para pengunjung. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak fisik antar pengunjung.

Diketahui, sebelumnya ada tiga objek wisata yang sudah disimulasikan buka dengan protokol kesehatan yang ketat. Wisata Makam Sunan Muria, Taman Sardi dan Museum Kretek. Dari hasil evaluasi, semua berjalan dengan baik. ”Baik pengelola objek wisata maupun pengunjung serta pedagang sudah mematuhi protokol kesehatan,” kata Kepala Disbudpar Bergas C. Penanggungan.

Pengelola objek wisata juga sudah menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, serta terdapat petugas yang akan melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermometer. Setiap pengunjung yang datang diminta memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu. Setelah dicek suhu tubuhnya, baru dipersilakan masuk dengan tetap menerapkan jarak fisik antar pengunjung.

Selain itu, setiap pintu masuk objek wisata juga harus disediakan petugas untuk mengecek suhu tubuh para pengunjung. Hal ini bertujuan untuk menyeleksi pengunjung yang benar-benar sehat atau tidak.

“Jika sebelumnya hanya tiga objek wisata yang melakukan simulai, maka saat ini ditambah. Agar masing-masing pengelola objek wisata di Kudus memiliki kesiapan untuk penerapan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi virus corona,” kata Bergas.

Semakin banyak objek wisata yang melakukan simulasi pembukaan, menurutnya semakin baik. Sebab menunjukkan kesiapan masing-masing objek wisata di Kudus dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Karena Pemkab Kudus juga saat ini mempersiapkan diri menuju adaptasi kebiasaan baru.

”Untuk pembukaan objek wisata secara permanen, menunggu persetujuan pimpinan daerah yang akan dirapatkan dengan tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19,” jelasnya.

Apabila disetujui dibuka, maka objek wisata yang sudah melakukan simulasi akan dibuka terlebih dahulu. Sedangkan objek wisata lainnya akan mengikuti dengan menyiapkan sarana dan prasarana penjunjang dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari tempat cuci tangan hingga petugas jaga untuk mengingatkan pengunjung agar memakai masker maupun jaga jarak. 

(ks/daf/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia