alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Anggaran Kesehatan Covid-19 di Rembang Sudah Terserap 78 Persen

27 Juli 2020, 15: 16: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

Anggaran Kesehatan Covid-19 di Rembang Sudah Terserap 78 Persen

REMBANG - Kantor sekertariat daerah (Setda) Rembang itu menjadi saksi. Saat Bupati Rembang Abul Hafidz mengumumkan, Kota Garam resmi berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). Sekitar akhir Maret lalu. Setelah muncul kasus Covid-19 pertama dari Kecamatan Pamotan.

Protokol-protokol kesehatan pun digaungkan. Dari kota sampai desa-desa. Tandon-tandon raksasa untuk cuci tangan dipasang di mana-mana. Pasar-pasar disemprot disinfektan. Sampai di lampu merah pun ikut diberi pengumuman. Agar masyarakat Rembang senantiasa menjaga kesehatan. ”Segala daya dan upaya dikerahkan,” kenang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang Ali Syofii.

Petugas DKK, Rumah Sakit, dan Puskesmas bergerak cepat. ”Tetap semangat,” tegasnya. Awal perkembangan kasus di Rembang masih bisa dikendalikan. Penambahan kasus bisa dibilang minim. Sampai Mei, terhitung sejak penetapan KLB itu, baru tercatat tiga kasus positif Covid-19.

Bahkan beberapa saat sempat menyandang status zero Covid-19. Fluktuasi kasus yang tergolong landai itu bisa dipertahankan. Sekitar awal Juli lalu muncul puluhan kasus baru di salah satu panti lansia di Kecamatan Rembang. Sehingga ditetapkan sebagai klaster. Di sisi lain, juga ada penambahan kasus-kasus lain. Hingga berita ini ditulis, Ali Syofii menyampaikan, di Rembang sudah terjadi transmisi lokal.

Perkembangan jumlah kasus yang dinilai cukup signifikan ini tak lantas mengendorkan semangat petugas kesehatan maupun pihak lain untuk memberantas virus tak kasat mata itu. "DKK mengajak warga untuk meningkatkan imunitas. Dengan makanan bergizi, olahraga, istirahat cukup, dan hindari stres," jelasnya.

Hingga saat ini, kata Ali Syofii, anggaran yang terserap sudah 78 persen. Khusus untuk pengadaan bahan medis habis pakai. Sementara untuk alat penunjang seperti APD sudah hamper terserap 100. Total anGgaran untuk kesehatan sendiri, kata dia, sekitar  Rp 97,5 Miliar.

”Yang tersisa untuk kegiatan proses operasionalisasi pencegahan dan penanganan Covid. Misal survei, pemeriksaan laboratorium, dan disinfektan,” imbuhnya. 

(ks/vah/mal/top/JPR)

 TOP