alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Pemkab Rembang Genjot Pembangunan Jalan Lingkar dan Embung

27 Juli 2020, 14: 56: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI PERHATIAN: Bupati Rembang Abdul Hafidz menaiki alat berat belum lama ini.

BERI PERHATIAN: Bupati Rembang Abdul Hafidz menaiki alat berat belum lama ini. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Rembang terus digenjot. Salah satunya percepatan proyek strategis nasional (PPSN) jalan lingkar Rembang. Proyek itu dimulai tahun ini. Diawali pembebasan lahan. Dana Rp 100 miliar telah disiapkan.

Jalur lingkar itu dimulai sebelum masuk Kecamatan Rembang. Keluarnya setelah Tasiksono, Lasem, atau setelah jembatan Slonto. Modelnya leter S. Jalur itu baru. Panjangnya 25 Km. ”Jalur dalam atau yang sudah ada tidak penuhi syarat. Jadi kami bangun baru,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan dan Tata Ruang (DPUTaru) Sugiarto kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pemkab Rembang bertanggung jawab untuk pembebasan lahan. Sementara Pemprov Jateng siap berkontribusi apabila dibutuhkan.

BERMANFAAT: Embung Banyukuwung, Sudo, Sulang,dimanfaatkan PDAM dan pertanian.

BERMANFAAT: Embung Banyukuwung, Sudo, Sulang,dimanfaatkan PDAM dan pertanian. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Ke depan, lanjutnya, ada jalan tol Semarang-Tuban melalui pantura. Saat ini sudah dimulai dari Semarang-Demak. Berlanjut Demak-Kudus, Kudus-Pati, Pati-Rembang. Kemudian Rembang-Tuban. Menyambung. Karena Surabaya-Tuban sudah.

Antara tol pantura dengan tol selatan rencananya disambung. Seperti huruf H. Jadi ada pilihan bagi masyarakat untuk memilih. Pilih utara atau selatan. Tol ini juga makin mempercepat pertumbuhan Rembang. Khususnya pengembangan kota. Karena selama ini hanya di timur, barat, dan selatan.

DPUTaru tahun ini menargetkan menuntaskan infrastruktur jalan kabupaten. Sebelum ada Covid-19, tahun ini ada proyek 20 buah. Sementara penunjukan langsung 50-60 buah. Karena ada Covid-19 pekerjaan proyek jalan tinggal tujuh proyek.

Proyek yang tetap jalan tahun ini Dadapmulyo-Babaktulung-Baturno (Sarang). Kedua pertigaan Pandangan-Gandri. Anggaran Rp 4 miliar. Ditingkatkan jalannya kira-kira 50-60 Cm.

Ketiga Tireman-Ngotet. Anggaran melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau  (DBHCHT) senilai Rp 5 miliar. ”Untuk menyusul Sale-Tahunan, Kasreman-Punjulharjo, Kendalagung-Sendangwaru-Kragan. Delapan paket pekerjaan tahun ini dituntaskan,” katanya.

Begitupun di Sumber Daya Air (SDA) ada empat embung digarap. Yakni Embung Kaliombo (Sulang), Trenggulunan (Pancur), Pasedan (Bulu), dan Longstorage Kalipang (Sarang).

Terkait embung Kaliombo, mulai pembebasan lahan maupun pembangunan menjadi  kewenangan pusat. Pembebasan lahannya ditanggung Pemda. Luasnya 16 hektare. Tahun depan dianggarkan Rp 18 miliar. 

(ks/noe/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia