alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang
Peresmian PSDKU Undip

Punya Kampus Undip, Wong Rembang Makin Cerdas

27 Juli 2020, 14: 43: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

TEKEN PRASASTI: Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Rektor Undip Yos Yohan menandatangani prasasti sebagai tanda dibukanya Kampus Undip di Rembang.

TEKEN PRASASTI: Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Rektor Undip Yos Yohan menandatangani prasasti sebagai tanda dibukanya Kampus Undip di Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Capaian selain mendapat WTP yang diraih masa pemerintahan Bupati Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto yakni berdirinya gedung Program Studi di luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Gedung bernilai Rp 10 miliar yang berdiri di utara GOR Mbesi, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, itu diresmikan pada 6 Februari lalu.

Peresmian dilakukan Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Rektor Undip Yos Yohan. Peresmian disaksikan jajaran Undip, Forkompimda dan mahasiswa PSDKU serta ratusan pelajar SMA.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengungkapkan, langkah berani tersebut diambil karena banyaknya potensi di Rembang namun belum juga menunjukkan tanda-tanda kemajuan signifikan. Salah satu permasalahannya, yakni kualitas sumber daya manusia (SDM). Sehingga selain meluncurkan beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi, Bupati Hafidz juga menggandeng kampus salah satu terbaik di Indonesia agar berdiri di Rembang.

”Apalagi rencana ada 10 prodi yang akan dibuka di PSDKU Undip di sini. Maka akan membawa dampak ekonomi yang luar biasa. Sebelum dibangun ini pun sudah terlihat dampak ekonominya. Seperti tanah yang awalnya bernilai ratusan ribu sekarang naik jutaan, apalagi kalau 5 tahun mendatang dengan jumlah mahasiswa lebih dari 4000 orang, ” ujarnya.

Rektor Undip Yos Yohan salut dengan Bupati Hafidz yang mengambil kebijakan untuk menghibahkan tanah seluas 15 hektare. Tak hanya tanah saja, namun juga gedung tiga lantai dengan delapan ruang kelas.

Yos Yohan menambahkan, dari 8 kelas tersebut nantinya gedung tersebut bisa dimanfaatkan untuk 32 kelas perkuliahan. Sebab dalam satu kelas bisa untuk 4 shift perkuliahan. Ia meyakinkan bahwa kebijakan yang diambil bupati akan memberikan keuntungan besar bagi kemajuan kabupaten. Bahkan disebut pintu utama untuk meroketnya Kabupaten Rembang.

”Dari segi pendidikan, sumber daya manusia (SDM) Undip salah satu Universitas di Indonesia yang bertaraf Internasional yang lulusannya menjadi salah satu yang tercepat diserap di dunia kerja, belum lagi efek ekonomi ke depan,” tuturnya.

Dari segi ekonomi, masyarakat setempat nantinya diharapkan bisa lebih meningkat karena aktivitas para mahasiswa. Selain butuh tempat tinggal berupa kos dan kebutuhan sehari-hari, sektor transportasi juga akan semakin menggeliat.

”Dari segi ekonomi jelas, logika satu prodi ada 50 orang. Mereka ngekost sajalah Rp 1 jutaan itu udah berapa. Belum kalau prodinya ada sepuluh. Belum makannya, juga arus transportasinya. Lima tahun lagi juga pasti akan meningkat,” tambahnya.

Sebelumnya, pada masa pembangunan mahasiswa PSDKU Undip melaksanakan kegiatan perkuliahan di gedung bekas kantor Inspektorat Kabupaten Rembang. Tepatnya di jalan Kartini atau utara Perempatan Jaini Rembang.

(ks/ful/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya