alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Jepara Selenggarakan Pekan Kebudayaan Daerah Pertama Se-Indonesia

24 Juli 2020, 08: 21: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

EKSIS: Kelompok campursari Gendhing Pahing tampil dalam pekan kebudayaan daerah di belakang Pendapa Kabupaten Jepara (21/7) lalu.

EKSIS: Kelompok campursari Gendhing Pahing tampil dalam pekan kebudayaan daerah di belakang Pendapa Kabupaten Jepara (21/7) lalu. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Berbagai kelompok kesenian tampil dalam pekan kebudayaan daerah atau Ruang Jepara Daring Art (Ruang Jedart) yang digelar Pemkab Jepara selama empat hari. Mulai 20 hingga 23 Juli. Ini merupakan pekan budaya daerah pertama se-Jawa Tengah (Jateng).

Beberapa kesenian yang ditampilkan yakni emprak, tanjidor, musik etnik, tari-tarian, keroncong, dangdut, dan performance art. Kelompok kesenian tersebut, tampil secara bergantian selama empat hari setiap pukul 15.30.

Salah satu kelompok kesenian yang tampil yakni kelompok campursari Gendhing Pahing. Saat tampil mereka menyuguhkan musik etnik dengan menyinggung soal kondisi saat ini. Di mana para seniman banyak yang mengalami kesulitan. Juga soal sisi lain pandemi, seperti pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dan lainnya.

Sinden di kelompok kesenian tersebut, Dwi Damayanti mengatakan, sejak Maret lalu kelompok keseniannya sepi tanggapan. ”Berbulan-bulan sepi, tidak seperti biasanya. Baru ini ada tanggapan. Tapi cuma dua jam,” katanya.

Panitia Ruang Jedart Rhobi Shani mengatakan, kegiatan yang digerakkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jepara ini, untuk memfasilitasi para kreator, seniman, dan pekerja seni yang terdampak Covid-19 agar tetap berkarya.

Pentas daring di Kota Kartini ini, juga istimewa. Sebab, Jepara merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pekan kebudayan daerah yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ”Ada 15 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan pekan kebudayaan daerah. Jepara jadi yang pertama,” ungkapnya.

Bupati Jepara Dian Kristiandi menambahkan, selama pandemi Covid-19 ini banyak laporan tentang kesulitan yang dialami masyarakat. Termasuk para seniman. Aktivitas seniman berhenti total. ”Kami berupaya memfasilitasi mereka agar tetap berkarya. Salah satunya lewat pentas virtual pekan kebudayaan daerah,” tuturnya.

Ruang Jedart digelar tanpa penonton dan tetap memperhatikan protokoler kesehatan. Selain tetap menjaga jarak, mereka memakai masker saat tampil. Ini juga sebagai ruang untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar patuh terhadap protokoler kesehatan. ”Di sela-sela acara juga ada informasi-informasi menarik yang disampaikan. Salah satunya soal Covid-19,” imbuhnya.

(ks/emy/lin/top/JPR)

 TOP