alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Selama Pembelajaran Daring, Kuota Internet Siswa Dikaver Dana BOS

23 Juli 2020, 07: 39: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK HP: Salah satu siswa SMPN 1 Kudus sedang mengecek handphone.

CEK HP: Salah satu siswa SMPN 1 Kudus sedang mengecek handphone. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Selama pembelajaran daring, siswa PAUD, SD, hingga SMP bakal dikaver dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Uniknya, biaya internet ini tak bersyarat. Siswa kaya maupun miskin bisa mendapatkan. 

Dana digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19/2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOS dan Permendikbud Nomor 20/2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOP PAUD dan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widodo mengatakan, siswa yang berat atau kurang mampu membeli kuota internet, maka bisa mengajukan ke sekolah. Dana BOS dan BOP mengkaver pembelian paket internet.

”Kami sudah sosialisasi ke wali murid. Siswa bisa mengajukan pembelian paket internet selama pembelajaran daring,” terangnya

Namun kenyataan di lapangan, banyak orangtua tidak tahu ada fasilitas ini. Salah satunya wali murid bernama Rudi Khamdan.

Rudi selama ini menyediakan kuota 4GB dengan harga Rp 30 ribu. Namun dari praktiknya hanya bisa digunakan 2GB, selebihnya kuota lokal dan malam yang menurutnya tidak efektif dipakai.

”Saya tidak tahu kalau sekolah bisa memfasilitasi pembelian kuota. Karena, pihak sekolah belum memberikan informasi,” terangnya.

Sama halnya Normalia. Dia harus menyediakan kuota 20 GB dan 30 GB untuk masing-masing anaknya. Dai memang membeli kuota banyak karena anaknya sering ditugasi upload video dan membuka YouTobe, sehingga membutuhkan kapasitas yang besar.

”Ya, saya membelikan dua paket internet karena ponsel berbeda. Jadi setiap bulan pengeluarannya lumayan,” tuturnya.

Terkait fasilitas kuota, dia mengaku belum mengetahui. ”Tidak ada info dari sekolah,” terangnya.

Terpisah, tiga siswa SMPN 1 Kudus sudah mendapatkan fasilitas paket internet. Sebelumnya, siswa mengadu terkendala biaya kuota internet.

”Ya, sebenarnya, kami tidak mengalokasikan anggaran. Pembelian paket dari dana BOS ini sifatnya fleksibel dan sesuai kebutuhan. Besaran penerima juga berbeda-beda tergandung vendor internet yang digunakan,” jelas Kepala SMPN 1 Kudus Ahadi Setyawan.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia