alexametrics
Selasa, 11 May 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

RSIA Miriam Perluas Pelayanan Kesehatan

21 Juli 2020, 11: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SYUKURAN: Direktur Utama RSIA Miriam dokter Billie Sancho Thea (kanan) potong tumpeng acara soft opening RSIA Miriam bersama Sr. Magda, PI kemarin.

SYUKURAN: Direktur Utama RSIA Miriam dokter Billie Sancho Thea (kanan) potong tumpeng acara soft opening RSIA Miriam bersama Sr. Magda, PI kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Miriam menggelar acara soft opening Senin (20/7). Acara tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat di tengah pandemi Covid-19.

Gedung RSIA Miriam yang berlantai III tersebut, memiliki sejarah cukup kuat dengan masyarakat Kudus. Rumah sakit itu merupakan pelimpahan dari masyarakat Tionghoa di Kudus yang didirikan tahun 1954 dengan nama Tjunghoa-Tjunghwe (CHTH). Beralamat di Jalan A.Yani 58 Kudus. Pada mulanya didirikan sebagai Balai Pengobatan untuk melayani orang-orang kecil dan miskin. Khususnya para buruh pabrik. Hal ini sejalan dengan karya kesehatan para Suster Penyelenggaraan Ilahi di bawah naungan Yayasan Sosial Eduard Michelis yang berpusat di Kota Semarang. Dengan perjalanan waktu dan perubahan politik di Indonesia, maka pada 1969 Balai Pengobatan CHTH tersebut berubah namanya menjadi Rumah Bersalin - Balai Pengobatan (RB/BP) Miriam. Kemudian pada 10 Maret 2015, RB/BP Miriam berubah nama menjadi Klinik Pratama Miriam.

Seiring perkembangan zaman dan semakin meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan di masyarakat inilah yang mendasari niat untuk mengembangkan lagi menjadi RSIA Miriam. Kini RSIA Miriam telah dilengkapi beberapa fasilitas penunjang dan pelayanan rawat jalan. Fasilitas pun semakin berkembang. Tidak hanya dokter umum dan bidan, melainkan kini RSIA Miriam memiliki dokter spesialis kandungan, anak, anestesi, jantung, gigi, dan juga penyakit dalam. RSIA Miriam menyediakan 25 bed untuk rawat inap. Mulai dari kelas tiga sampai dengan kelas VVIP.

Baca juga: Dosen Unisnu Jepara Bantu Mesin dan Pendampingan Pelaku Usaha

AKHIRNYA RESMI: Sr. Cendra, PI menabuh gong pertanda soft opening RSIA Miriam, didampingi Ignatius Santoso (pojok kiri), dokter Koesbintoro Singgih, Sr Krista Yustina Susilowati, PI, Dirut RSIA Miriam

AKHIRNYA RESMI: Sr. Cendra, PI menabuh gong pertanda soft opening RSIA Miriam, didampingi Ignatius Santoso (pojok kiri), dokter Koesbintoro Singgih, Sr Krista Yustina Susilowati, PI, Dirut RSIA Miriam (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Direktur Utama RSIA Miriam, dokter Billie Sancho Thea menyampaikan puji syukur kepada Tuhan YME akhirnya RSIA Miriam dapat terwujud. Terima kasih juga disampaikan kepada semua senior-senior. Di antaranya dokter Koesbintoro Singgih serta para mitra sekaligus sahabat RSIA Miriam yang mendukung pembangunan RSIA Miriam tersebut. Pihaknya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterbatasan undangan dikarenakan kondisi pandemi saat ini. Pihaknya sangat terbuka dengan semua saran kritik yang disampaikan sebagai salah satu proses dan tantangan kami untuk terus berusaha maju dan mengembangkan RSIA Miriam di masa yang akan datang. ”Demi memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kudus dan sekitarnya".

Acara soft opening RSIA Miriam Kudus ditandai dengan pemukulan gong oleh Sr. Cendra, PI selaku pimpinan para suster PI Indonesia dan pemotongan tumpeng oleh dokter Billie Sancho Thea selaku Direktur Utama RSIA Miriam yang dilaksanakan di aula lantai 3 dengan dihadiri suster dari  kongregasi PI, panitia pembangunan RSIA Miriam serta Djarum Foundation yang diwakili oleh Bapak Purwono Nugroho.

Sebelum acara soft opening dimulai, rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan pemberkatan ruangan yang dipimpin Romo Leonardus Murialdo Tina Kusuma, MSF.

Ketua Panitia Pembangunan Sr. Krista Yustina Susilowati,PI menambahkan bahwa kehadiran RSIA Miriam ini sebagai wujud karya menggapai tantangan zaman. Ke depannya pihaknya berharap dapat menjadi rujukan dari mitra-mitra di pelayanan primer yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.  ”Terkhusus untuk ibu dan anak,” ujarnya. 

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP