alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Pascamundurnya Bayu dan Harno, PPP Bisa Lebih Mudah Pilih Bacawabup

20 Juli 2020, 17: 25: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

Pascamundurnya Bayu dan Harno, PPP Bisa Lebih Mudah Pilih Bacawabup

REMBANG - Keputusan Bayu Andriyanto mundur dari penjaringan bakal calon wakil bupati (bacawabup) jalur DPC PPP Rembang dinilai bisa memudahkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk memilih kandidat siapa yang bakal menjadi pasangan Abdul Hafidz pada pilkada Desember mendatang.

Ada empat nama bacawabup hasil penjaringan yang dikirim kepada DPP. Yakni Harno, Arifin, Zaimul Umam, dan Bayu Andriyanto. Saat ini, sudah dua kandidat mengundurkan diri. Artinya, sisa dua kandidat yang bertahan. Politisi PPP Rembang Ahmad Kholid Suyono angkat bicara terkait hal ini. Ia mengaku condong kepada Zaimul Umam. Untuk mendamingi Abdul Hafidz nantinya.

Ia menyadari, bahwa Bayu Andriyanto secara normatif belum mengajukan surat resmi pengunduran diri kepada DPC PPP Rembang. Hanya saja, di sosial media, menurutnya, Bayu Andrianto sudah membuat surat terbuka. Dan, secara pribadi menyatakan mundur dari kontestasi pencalonan wakil bupati yang diselenggarakan oleh DPC PPP.

Dengan demikian, lanjut dia, Bayu sudah kehilangan satu poin. ”Saya tidak mengatakan dicoret. Saya hanya mengatakan Pak Bayu sudah kalah satu poin,” jelasnya. Karena menurutnya, sudah mengumumkan pengunduran secara sepihak.

Lebih lanjut Kholid mengatakan, ada kemungkinan Bapak Abdul Hafidz akan dipasangkan dengan Zaimul Umam. Atau dipasangkan dengan Arifin. Sebagai Wakil Ketua DPC PPP bidang Advokasi, pihaknya menilai Zaimul Umam yang potensial untuk menjadi calon wakil bupati.

”Berarti tinggal dua dong. Kalau tinggal dua, yang berpeluang besar Gus Umam dong. Karena orang PPP. Saya cenderung Haji Abdul Hafidz dengan Gus Umam,” jelasnya.

Pejaringan calon wakil bupati sendiri, kata dia, berdasarkan hasil survey, integritas, kemudian kapabilitas dan pengalaman. Sementara, menurutnya, Gus Umam pernah menjadi DPRD selain itu juga memiliki kiprah di pesantren. ”(sikap ini) Atas nama wakil ketua bidang advokasi. Mewakili pribadi sebagai wakil ketua,” kata mantan ketua Komisi A DPRD Rembang periode 2004-2009 itu.

Dikonfirmasi terpisah, Zaimul Umam untuk saat ini enggan memberikan komentar terkait politik dan proses penjaringan lantaran masih berkabung pascawafatnya sang guru KH Majid Kamil. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP