alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pengusaha Batik di Jepara Bina Pembatik Muda dari Kalangan Pelajar

20 Juli 2020, 11: 25: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

GENERASI PENERUS: Pelajar SMK berlatih membatik di salah satu rumah pembatik di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan.

GENERASI PENERUS: Pelajar SMK berlatih membatik di salah satu rumah pembatik di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Momen sekolah daring dimanfaatkan pembatik untuk membuka kelas bagi pelajar. Agar muncul generasi muda yang kelak meneruskan industri batik di Jepara.

Alfiyah, pengusaha batik yang mengajari siswa SMK dan mahasiswa mengungkapkan, pihaknya memang membuka kesempatan bagi anak-anak yang ingin belajar membatik. ”Dulu sebenarnya ada banyak anak-anak yang baru lulus SMA juga. Tetapi kebanyakan dari mereka bekerja di pabrik. Jadi tinggal beberapa saja,” ungkapnya.

Dengan adanya anak-anak yang belajar membatik, Alfiyah berharap, batik Jepara ke depan juga bisa semakin berkembang di tangan anak-anak atau generasi muda.

Ika, siswa SMK N 3 Jepara menceritakan, ketertarikannya pada batik muncul sejak duduk di bangku sekolah dasar. Hanya, selama ini dia tidak terlalu intens karena waktunya lebih banyak dihabiskan untuk kegiatan sekolah.

Saat libur akhir semester dan awal tahun ajaran baru ini sekolah dibuat sistem belajar dari rumah. Dia pun memiliki lebih banyak waktu luang. Kemudian memanfaatkannya untuk belajar batik di tempat salah satu pembatik Jepara yang tak jauh dari rumahnya.

”Saya suka gambar, dulu saya juga pernah juara lomba desain dan saya kembangkan di sini,” tuturnya.

Tak hanya pelajar SMK yang belajar di tempat batik milik Alfiyah yang berlokasi di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan. Ada pula mahasiswa yang belajar membatik selama pandemi. Salah satunya Ivan, mahasiswa Unisnu Jepara.

Ivan menyatakan perkuliahan saat ini juga berlangsung daring. Terlebih dia sudah memasuki semester akhir. Sehingga tidak banyak mata kuliah yang harus diikutinya. Karena itu dia memilih melakukan aktivitas yang disukainya yakni membatik.

Awal ketertarikan Ivan terhadap dunia batik sendiri dimulai ketika dia sempat mengikuti pelatihan membatik dari dinas beberapa tahun lalu. ”Tidak ada masalah laki-laki atau perempuan. Yang penting kita mau mempelajari dan menekuninya. Terlebih di sini pemilik batiknya juga selalu memotivasi kami untuk berkreasi,” imbuhnya. 

(ks/emy/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia