alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditinggal Satu Jam, Rumah Warga Disatroni Maling, Uang Rp 95 Juta Raib

15 Juli 2020, 12: 30: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

OLAH TKP: Personel Polsek Kayen melakukan olah TKP rumah warga Desa Jimbaran, Kayen, yang disatroni maling Senin (13/7) malam.

OLAH TKP: Personel Polsek Kayen melakukan olah TKP rumah warga Desa Jimbaran, Kayen, yang disatroni maling Senin (13/7) malam. (POLSEK KAYEN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Nasib malang dialami Budiarto, 42, warga Desa Jimbaran Kecamatan Kayen. Rumah pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ini disatroni maling pada Senin (13/7) sekitar pukul 20.30. Maling berhasil masuk rumah dan mengambil uang di dalam kamar mlik korban. Akibatnya, korban merugi Rp 95 juta.

Berdasarkan informasi dihimpun, sekitar pukul 19.30 korban dan istrinya Sulastri, 38, pergi ke rumah tetangganya masih satu desa. Pintu depan rumah korban dalam keadaan tidak terkunci. Sementara pintu belakang dalam keadaan terkunci. Saat ditinggal pemiliknya dan lingkungan rumah korban sepi, pelaku diduga melancarkan aksinya dengan masuk melalui pintu belakang.

Pelaku diduga mendongkel pintu belakang rumah korban. Lalu masuk ke kamar untuk mencari barang-barang berharga. Pelaku berhasil membawa uang Rp 95 juta milik korban yang disimpan di almari dan rak meja rias tidak terkunci. Setelah mengambil uang milik korban, pelaku keluar rumah.

Sekitar pukul 20.30, istri korban pulang terlebih dahulu ke rumah dan masuk ke dapur. Ia mendapati pintu belakang rumah dalam keadaan terbuka. Karena curiga, Sulastri lantas mengecek kamar dan mendapati almari dalam keadaan terbuka. Baju-baju dalam almari sebagian sudah di lantai karena diacak-acak pelaku. Atas kejadian tersebut, Sulastri menghubungi suaminya dan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kayen.

Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat melalui Kapolsek Kayen AKP Sayadi menjelaskan, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan tersebut. Pelaku masuk ke rumah korban dengan menjebol pintu belakang karena gemboknya rusak setelah disatroni maling. Korban hanya mengunci pintu belakang. Sementara pintu depan dan samping hanya ditutup tidak dikunci. 

Pihaknya menduga, pelaku sudah memantau rumah korban dari jauh dan saat situasinya sepi ditinggal korban dan sekitar rumah juga sepi, lantas masuk lewat pintu belakang dengan membawa alat congkel. 

“Setelah melakukan olah TKP, kami masih mengejar pelaku kasus pencurian dan pemberatan (currat) tersebut, dan meminta keterangan dari para saksi yakni tetangga korban,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin. 

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia