alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Sempat Tertunda, BST Kemensos Tahap III Akhirnya Cair

09 Juli 2020, 13: 42: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

CAIR: Bambang Margono, warga Kelurahan Pengkol, Kota, mengambil BST Kemensos di Kantor Pos Jepara kemarin.

CAIR: Bambang Margono, warga Kelurahan Pengkol, Kota, mengambil BST Kemensos di Kantor Pos Jepara kemarin. (FAQIH MANSYUR HIDAYAT/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) tahap III akhirnya cair. Sebelumnya, jadwal pencairan mundur dari yang sudah direncanakan akhir Juni lalu.

Bambang Margono, warga RT 5/RW 3, Kelurahan Pengkol, Kota, salah satu penerima BST Kemensos mengaku sudah antre di kantor Pos sebelum pukul 08.00 kemarin. Wajahnya semringah saat petugas Kantor Pos Jepara menyodorkan enam lembar uang seratusan ribu. ”Alhamdulillah cair lagi. Tapi ini yang terakhir. Semoga ada rizki lagi nanti," kata Bambang usai menerima bantuan.

Bambang sendiri, bekerja sebagai tukang amplas di brak mebel dekat rumahnya. Namun, selama masa pandemi ini orderan menelan surut. Kadang dia tak bekerja dan hanya di rumah. Sementara dia masih punya dua anak yang masih sekolah.

Sementara itu, Ketua Satgas BST Kemensos Jepara Abdul Kharis menjelaskan, jumlah penerima bantuan tahap III sudah tak sama lagi dengan dua tahap sebelumnya. Jumlah data tahap I dan II merupakan data lama yang mengakibatkan sekitar 633 bantuan dikembalikan. Lantaran penerima data itu, sudah ada yang dobel atau sudah meninggal.

Setelah ada penghapusan data, saat ini bantuan yang diturunkan oleh Kemensos untuk Jepara ada 10.219 kelompok penerima manfaat. Pihaknya selalu melaporkan pembaruan data kepada Kemensos, jika ada penerima yang tidak mengambil bantuan.

Pihaknya menjadwalkan pencairan akan selesai 9 Juli mendatang. Meski demikian, jika pencairan belum selesai, pihaknya akan memberi waktu setidaknya sampai akhir bulan ini. ”Kalau ada yang perlu diantar, misalnya karena lansia tetap kami antar. Kalau belum selesai juga, kami akan koordinasi dengan desa. Karena mereka yang dekat dengan warganya," jelas Kharis.

(ks/qih/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia