alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Sterilisasi Kampus, Universitas Muria Kudus Terapkan WFH 10 Hari

09 Juli 2020, 11: 41: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMPROT-SEMPROT: Petugas menyisir per ruangan untuk dilakukan penyemprotan disinfektan sterilisasi kampus di UMK.

SEMPROT-SEMPROT: Petugas menyisir per ruangan untuk dilakukan penyemprotan disinfektan sterilisasi kampus di UMK. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS -  Lingkungan kampus Universitas Muria Kudus (UMK), dilakukan penyemprotan di setiap ruangan. Kegiatan ini rutin dilakukan, apalagi setelah ada satu satpam UMK yang dinyatakan positif Korona.

Rektor UMK Suparnyo, mengatakan, satpam tersebut sudah dinyatakan sembuh. Namun, belum diperbolehkan masuk kerja karena anjuran karantina belum selesai. Sebenarnya satpam sudah tidak masuk kerja sejak 11 Juni 2020, dan terpapar virus di luar kampus.

”Sebelumnya satpam tersebut bertugas malam hari, jadi interaksinya dengan orang kampus sangat minim. Menyangkut keputusan work from home (WFH), adanya proses penyemprotan secara berkala, setelah selesai dikembalikan normal,” terangnya.

Untuk penyemprotan dilakukan mulai Sabtu (4/7) hingga Rabu (8/7). Selama proses sterilisasi tersebut, sebagian dosen dan tenaga pendidikan melakukan WFH selama sepuluh hari.

Sementara untuk pelayanan penerimaan mahasiswa baru, melalui Lembaga Informasi dan Komunikasi (Linfokom), Biro Administrasi Umum (BAU) dan Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) masih tetap masuk, petugas dibuat piket. Pelayanan tentunya menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Setelah proses sterilisasi selesai, maka kampus akan beroperasi kembali sesuai dengan panduan new normal. Sehingga semua akan berjalan baik, termasuk bagi mahasiswa yang akan mengurusi ujian skripsi atau tesisnya.

”Jadi, selama WFH ini, penyemprotan disinfektan ke seluruh kampus akan dimaksimalkan,” imbuhnya.

Suparnyo, menambahkan, penyemprotran disinfektan di antaranya, ruang perkuliahan, kantor-kantor, ruang dosen, auditorium, dan lainnya. Keseluruhan kampus intinya disterilkan, sebagai upaya pencegahan virus Korona.

”Mahasiswa memang belum ada perkuliahan tatap muka, masih dilakukan secara daring. Mengingat, domisili tidak hanya Kudus, bahkan luar Jawa juga ada. Dan, masih menunggu informasi selanjutnya dari pusat,” imbuhnya. 

(ks/san/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia