alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Innalillahi, Dokter IGD RSUD Grobogan Positif Korona Meninggal Dunia

09 Juli 2020, 11: 07: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

MENUNGGU KEDATANGAN: Perawat dan dokter RSUD R Soedjati Purwodadi menunggu kedatangan jenazah S. E dokter yang positif positif Covid-19 tadi malam.

MENUNGGU KEDATANGAN: Perawat dan dokter RSUD R Soedjati Purwodadi menunggu kedatangan jenazah S. E dokter yang positif positif Covid-19 tadi malam. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - S. E dokter bagian IGD RSUD R Soedjati Purwodadi meninggal dunia setelah dirawat dua hari di RS Mumardi Solo. Warga Desa/Kecamatan Tawangharjo tersebut meninggal dunia pukul 17.00 WIB, Rabu (8/7) kemarin.

Kabar adanya dokter laki-laki tersebut menjadikan semua karyawan di RSUD R Soedjati Purwodadi menjadi syok. Sebab, S.E merupakan tenaga kesehatan yang meninggal pertama kali di kabupaten Grobogan.

Ratusan karyawan mulai perawat, dokter, tenaga kebersihan dan yang lainya ikut menyambut dan menunggu kedatangan jenazah. Mereka berbaris dari pintu masuk selatan sampai ke lobi rumah. Tidak terkecuali. Penyambutan dilakukan mulai puku 19.00 WIB. Bupati Sri Sumarni dan Forkopinda serta beberapa OPD ikut menyambut.

Setelah berbaris rapi beberapa waktu. Sekitar 30 menit kemudian. Ada suara dari pengeras suara. Kemudian mengumumkan bahwa pemulangan jenazah terlambat kedatangan. Sebab, masih berada di RS Muwardi dan dalam perawatan jenazah.

”Maaf bapak ibu bisa ke tepi lagi. Ada informasi bahwa jenazah akan diberangkatkan pukul 21.00 WIB dari RS Muwardi Solo,” kata Sekretaris RSUD R Soedjati Purwodadi Waluyo.

Dia mengatakan, S. E sebelumnya bertugas sebagai dokter berjaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R Soedjati. Bapak tiga anak ini, masih menjadi dokter kontrak di Rumah Sakit milik pemerintah daerah.

”Almarhum dirawat di Solo mulai Selasa pagi. Karena hasil swab diketahui positif,” kata Waluyo.

Setelah menjalani perawatan dua hari, keadaan kondisi kesehatan terus menurun. Hingga mengalami sesak nafas dan menghembuskan nafas terakhir sore kemarin. S. E sendiri merupakan dokter yang menerima pasien siapa saja saat masuk di IGD.

Setelah hasil swab keluar positif, semua perawat dan dokter dilakukan tes swab. Hasilnya non reaktif dan negatif. Sehingga rumah sakit membuat kebijakan ada pergantian karyawan sema di IGD RSUD R Soedjati Purwodadi.

”Yang bersangkutan mempunyai penyakit bawaan DM. Orangnya baik dan loyal dalam pekerjaan,” terang dia.

Didit salah satu temannya mengaku, bahwa S. E adalah orang baik dan suka menolong sejak kecil. Dia tidak membedakan semua pasien dan menerima pasien yang datang. Selain bertugas di RSUD R Soedjati, S. E juga membuka praktek di rumahnya.

”Orangnya baik. Kemarin sempat kontak dan merasa sesak dadanya. Hasil ronten juga sudah memburuk kesehatannya,” terang dia.

(ks/mun/top/JPR)

 TOP