alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Jadi Bidan di Desa Tertinggi

04 Juli 2020, 10: 59: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

Mirza Cindy Claudia Syntia Dewi

Mirza Cindy Claudia Syntia Dewi (DOK PRIBADI)

Share this      

BERTUGAS di desa yang ada di pedalaman, menjadi tantangan tersendiri bagi Mirza Cindy Claudia Syntia Dewi. Bidan Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, ini merasa beban kerjanya lebih tinggi.

”Dukanya karena desa ini jauh dari fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, seperti puskesmas dan rumah sakit. Jadi, tantangannya kalau ada tindakan kegawatan yang lebih sulit. Apalagi saya menjadi satu-satunya tenaga medis di desa. Jadi beban kerjanya lebih tinggi,” terang gadis kelahiran Jepara, 15 November 1995 ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Yang sering terjadi, lanjut gadis yang akrab disapa Cindy ini, ketika menolong persalinan. Karena orang melahirkan tidak ada yang tahu kepastiannya dan hasil akhirnya.

Tidak sedikit alumni D3 Kebidanan Akbid Mardi Rahayu Kudus ini, mengalami hal-hal yang baginya menegangkan selama menangani persalinan. Cindy sudah menjadi bidan Desa Tempur sejak Mei 2018 lalu. Sebelumnya, gadis yang hobi menyanyi dan bermain basket ini, menjadi poned di Puskesmas Keling 1.

”Puji syukur tetap selalu diberikan kemudahan ketika bertugas. Asal bisa ikhlas saat memberikan pertolongan kepada masyarakat,” kata gadis asal RT 18/RW 3, Desa Kelet, Keling, Jepara, ini.

Dia menambahkan, gadis yang di masa kuliah juga seorang aktivis kampus ini, mengaku senang bisa bertugas di Desa Tempur. Apalagi desa wisata itu, terkenal memiliki panorama alam yang indah. Dengan tebing-tebing menjulang tinggi yang hijau dan sungai yang berair bersih. Pemandangan pegunungannya salah satu yang paling top.

”Senangnya bisa kembali ke alam. Bisa lebih sering lihat keindahan alam, karena memang saya lebih suka keindahan gunung. Pegunungan Muria di Desa Tempur sangat memanjakan mata,” imbuhnya. 

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia