alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Overload, TPA Bangsri Dialihkan ke Kembang

03 Juli 2020, 17: 00: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

Overload, TPA Bangsri Dialihkan ke Kembang

JEPARA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara berencana mengalihkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangsri ke Kecamatan Kembang. Pengalihan ini dilakukan lantaran TPA Bangsri tidak mampu menampung sampah. Sudah overload. Untuk itu, DLH berencana membangun TPA di Desa Kancilan, Kecamatan Kembang. TPA ini nantinya akan menjadi TPA induk untuk wilayah utara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara Farikhah Elida mengatakan TPA untuk kawasan utara, yakni Bangsri, Kembang, dan sekitarnya tidak mampu untuk menampung sampah yang terus bertambah. ”TPA di Desa Krasak, Kecamatan Bangsri sudah tidak mumpuni lagi. Untuk itu kami akan membuat TPA di Desa Kancilan. Sampah-sampah dari Bangsri nanti juga akan ditampung di sana,” ujar Elida.

Elida menyebutkan, nantinya TPA itu akan dibangun di atas lahan seluas 5 hektare. Sedangkan, tanah yang digunakan saat ini masih berada di bawah kewenangan perhutani. Namun, sejauh ini pihaknya sudah koordinasi dengan pihak perhutani agar bisa menggunakan lahan itu.

Pihaknya menambahkan, saat ini tim dari DLH sudah menyususn dokumen lingkungan lahan itu. Setelah dokumen tersebut selesai, pihaknya akan langsung membuat DED TPAnya. ”Belum sampai pembahasan anggaran. Karena anggaran sudah terpangkas untuk penanganan Covid-19 ini,” jelas Elida.

Seperti yang sudah diketahui, DLH berupaya untuk mengatasi persoalan sampah yang kian banyak. Dalam sehari ada 1,3 juta ton sampah.

Untuk itu, sejak awal tahun, DLH telah membuat program desa mandiri sampah. Sebagai pilot project, saat ini sudah ada empat desa yang menjalankan program tersebut. Yakni Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, dan Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo.

Di desa-desa itu nantinya akan dibentuk bank sampah. Sehingga masyarakat dapat mendapatkan dampak ekonomis dari adanya pengelolaan sampah tersebut. Selain juga dapat memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan sampah.

(ks/qih/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia