alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Ditinggal Berjuang, yang Tersayang Melayang

03 Juli 2020, 14: 53: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

Ditinggal Berjuang, yang Tersayang Melayang

BEKERJA di luar negeri selama hampir lima tahun sudah cukup membuat Ipul (bukan nama sebenarnya) menjadi kaya. Penampilannya juga makin modis. Sudah bisa beli mobil dan beli sawah. Rumah orang tuanya yang awalnya papan kayu sekarang sudah ditembok bata.

Kepergian Ipul ke luar negeri karena motivasi kekasihnya. Ipul yang seorang lulusan sekolah menengah atas (SMA) waktu itu hanya bekerja di sawah. Menanam padi dan palawija. Selebihnya Ipul ikut membantu pekerjaan pamannya di gudang rongsokan untuk tambah-tambah penghasilan.

Hubungannya dengan Siti (bukan nama sebenarnya) tidak direstui. Orang tua Siti tak suka anak gadisnya bergaul apalagi pacaran dengan Ipul. Masa depannya suram, kata bapaknya Siti waktu itu.

Karena itu Ipul bertekad untuk memperbaiki perekonomiannya. Sebelum pergi merantau, Ipul sudah berpesan kepada Siti agar menunggunya pulang. Ipul berjanji serius memperjuangkan kisah cintanya. Dia pinjam uang untuk modal kerja. ”Akan saya buktikan. Saya bisa sukses dan kaya,” kata Ipul seperti bersumpah. 

Dia bekerja di sebuah pabrik kaca di salah satu negara maju di Asia Timur. Karena ketekunannya, Ipul bisa menabung. Separo lebih gajinya digunakan untuk menabung.

Ketika dirasa sudah cukup penghasilannya dari merantau, Ipul memutuskan untuk pulang. Dengan maksud memamerkan kerja kerasnya. Sayangnya Ipul harus tegar. Ketika dia sampai di rumah pujaan hatinya itu dia melihat Siti sedang menggendong bayi. Ipul mengira itu adiknya Siti. Atau anak tetangga.  

Namun saat Ipul hendak mengutarakan keinginannya untuk menikah. Siti sudah lebih dulu mengaku sudah bersuami. Bayi yang ada di gendongannya adalah anaknya sendiri. 

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia