alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pemkab Pati Kucurkan Beasiswa Rp 2 Miliar untuk Pelajar Berprestasi

30 Juni 2020, 15: 22: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI SEMANGAT SISWA: Bupati Pati Haryanto memberikan beasiswa pelajar berprestasi kemarin.

BERI SEMANGAT SISWA: Bupati Pati Haryanto memberikan beasiswa pelajar berprestasi kemarin. (DOK SETDA PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Di tengah pandemi ini, Pemkab Pati mengucurkan anggaran Rp 2 miliar untuk ribuan siswa berprestasi jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Beasiswa untuk memotivasi siswa berprestasi dan kurang mampu tersebut langsung diberikan Bupati Pati Haryanto di Setda Pati dengan protokol kesehatan. Selain itu hanya perwakilan siswa yang diundang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati Winarto menyampaikan, setiap tahun pemkab memberikan beasiswa kepada siswa pintar namun kurang mampu. Selain memberikan motivasi terhadap siswa, beasiswa tersebut juga bertujuan untuk mengantisipasi angka putus sekolah (ATS) di Pati.

“Pemkab terus berupaya menekan ATS. Untuk itu beasiswa ini sebagai upaya mengantisipasi agar tidak terjadi putus sekolah di jenjang SD, MI, SMP dan MTS di Kabupaten Pati. Kami meminta siswa yang mendapatkan beasiswa untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya,” jelasnya usai memberikan beasiswa secara simbolis kemarin. 

Winarto mengatakan, anggaran beasiswa dari APBD Pati 2020 itu mencapai Rp 2 miliar. Beasiswa diberikan kepada 1.382 siswa SD/MI sebesar Rp 1.000.000 kepada setiap siswa. Sedangkan untuk 820 siswa  SMP/MTS sebesar Rp 1.500.000 untuk setiap siswa. Total beasiswa yang diberikan kepada 2.202 sebanyak Rp 2.612.000.000.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menyampaikan, pemberian beasiswa secara simbolis itu hanya mengundang perwakilan saja karena masih masa pandemi. Pemkab menyalurkan beasiswa langsung ke rekening penerima agar dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk hal yang bermanfaat.

“Saya berpesan beasiswa itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Terlebih bahwa kegiatan belajar mengajar masih secara virtual. Selain itu, sesuai dengan surat edaran dari Kemendikbud, bahwa KBM secara virtual berlangsung hingga awal tahun 2021. Sebab, yang telah diizinkan pelaksanaan belajar mengajar secara tatap muka baru 85 kabupaten/kota yang zonanya hijau,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Pati ini juga meminta siswa tetap stay di rumah. Meskipun selama pandemi, tidak ada kasus Covid-19 yang terjadi pada siswa. Sehingga para siswa mematuhi protokol kesehatan.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia