alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Rissa Wahyuningtyas, Dirikan Usaha Mandiri

Rekrut Korban PHK, Mampu Bayar Rp 100 Ribu Per Hari

30 Juni 2020, 11: 39: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMBANTU: Rissa Wahyuningtyas (kerudung cokelat) mendampingi mitra kerjanya kemarin. Para pekerjanya merupakan ibu korban PHK karena pandemi korona.

MEMBANTU: Rissa Wahyuningtyas (kerudung cokelat) mendampingi mitra kerjanya kemarin. Para pekerjanya merupakan ibu korban PHK karena pandemi korona. (Dok. Pribadi)

Share this      

Rissa Wahyuningtyas di tengah pandemi berani mendirikan usaha mandiri. Usaha yang ia dirikan karyawannya para ibu rumah tangga yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi korona ini. Para karyawannya rata-rata sudah bisa mendapatkan gaji Rp 100 ribu per hari.

FAQIH MANSYUR HIDAYAT, Jepara

LEBIH dari tiga ribu buruh di Jepara kena Putus Hubungan Kerja (PHK) saat pandemi tengah pada posisi puncak-puncaknya. Puluhan perusahaan, baik kecil maupun besar, di Kota Ukir itu kelimpungan menghadapi situasi. Akhirnya, mau tidak mau buruh yang harus dikorbankan. Baik dirumahkan atau di-PHK. Baik diberi pesangon maupun cuma-cuma atau tanpa pesangon.

Rissa Wahyuningtyas ini melihat fenomena tersebut sebagai pukulan bagi siapa saja. Buruh-buruh yang sejatinya menjadi penopang ekonomi keluarga, tiba-tiba kena PHK. ”Saya beranikan diri membuka usaha konveksi hijab kecil-kecilan. Saya ajak ibu-ibu yang kehilangan pekerjaan karena pandemi ini. Banyak teman yang curhat tentang nasib mereka itu,” kata Rissa.

Di bulan pertama ini, sosok yang baru berusia 20 tahun itu merangkul lima ibu-ibu rumah tangga. Di luar ekspektasi, dia dibanjiri orderan hijab dari berbagai kota. Untuk itu, kini dia mencari tambahan karyawan. Yang dia utamakan untuk dirangkul mereka yang kehilangan pekerjaan saat pandemi ini.

Rissa mengaku, modal awalnya mendirikan usaha itu hanya dengan uang Rp 450 ribu. Modal itu dia gunakan untuk membeli kain dan mengajak seorang ibu-ibu yang sebelumnya bekerja di pabrik sebagai penjahit. Dia beruntung, karena rata-rata karyawannya sudah pandai menjahit.

”Awalnya yang order hanya ibu-ibu PKK di kampung sendiri. Setelah posting-posting di media sosial, teman-teman dekat pada pesan. Bahkan sudah sampai kirim ke Pati dan Temanggung,” imbuh gadis kelahiran Jepara, 9 Maret 2000 ini.

Rissa sangat bersyukur bisa membantu sedikit meringankan beban mereka. Sedikitnya, mereka bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu dalam sehari. Di masa krisis ini, mendapatkan uang senilai itu sudah cukup membantu mereka melegakan napas.

Kepada Rissa, mereka mengaku nyaman dengan pekerjaan barunya itu. Sebab, mereka bisa mengerjakannya sambil mengurus rumah. Bukan hanya itu, mereka juga bisa menjadi reseller. Jika mereka lihai saat promosi, labanya cukup lumayan untuk menambah-nambah kebutuhan rumah tangganya.

”Saya sangat prihatin. Juga bersyukur bisa membantu mereka. Pekerjaan mereka berhenti, tapi kebutuhan  hidup terus berjalan. Ditambah mereka harus menghadapi masa-masa sulit,” ujar gadis asal RT 4/RW 5 Desa Ngabul, Keamatan Tahunan ini. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia