alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Muka Tampan, Kalah Sama Bamper Sedan

30 Juni 2020, 11: 28: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

Muka Tampan, Kalah Sama Bamper Sedan

JEPRETAN Kusdi (bukan nama sebenarnya) cukup cespleng. Tak hanya piawai mengatur fokus lensa kamera. Kusdi pun berhasil mengatur fokus pandangan Tinah (nama samaran), sehingga terpesona dengan ketampanannya. Sebagai fotografer model, si Kusdi sering berinteraksi dengan cewek-cewek cakep dan nyantol di hati.

Pekerjaan sebagai fotografer memang sering dianggap keren para kaum muda. Style bebas dan terlihat asyik. Suatu hari, Kusdi sedang menggarap sebuah proyek. Kali ini yang menjadi model adalah Tinah. Perempuan kelewat cantik. Rambutnya lurus direbonding. Kulitnya putih mulus. Pipi tirus. Bibir tipis dan matanya berbinar.

Seperti sebagaimana foto model, Tinah pun berpose di depan lensa Kusdi. Jepret, jepret, jepret. Sesi foto-foto pun selesai. Tetapi momen pertemuan sekitar tiga jam itu terlau singkat bagi Kusdi. Ia merasakan getaran ketika melihat paras ayu si Tinah. Seakan tak bisa berhenti melirik. Ingin sekali dipandangnya wajah dara asal Rembang itu.

”Aku pingin dekat dengan Tinah,” tutur Kusdi.

Gejolak itu pun ia salurkan. Ia mulai mendekati Tinah. Mbribik tipis-tipis. Si Tinah pun merespons kode-kode dari si Kusdi itu. Bagaimana tidak, si Kusdi ini memang pemuda yang cukup rupawan. Perawakan proporsional. Belum lagi punya pekerjaan yang terlihat keren di mata mahasiswi seperti dia.

Singkat cerita, mereka pun berpacaran. Memang pasangan yang nampak serasi. Kemana-mana kerap berboncengan motor berdua. Hubungan itu berlanjut hingga keduanya meluluskan studiya masing-masing.

Kini, hubungan pacaran itu pun harus dilanjutkan ke arah yang lebih serius. Tinah pun menceritakan sosok si Kusdi kepada orangtuanya di Rumah. Dari atas-hingga bawah diceritakan. Termasuk jenis pekerjaan. Orang tua Tinah pun mengambil kesimpulan. Bahwa si Kusdi bukan seorang mantu idaman. Karena kurang mapan.

Dan, diam-diam, orang tua Tinah sudah mengantogi kandidat calon mantu. Seorang pengusaha. Kaya-raya dan punya mobil. ”Yang penting hidup tercukupi,” tutur orangtua Tinah.

Setelah dicerna-cerna, Tinah pun membenarkan apa yang dikatakan orangtuanya itu. Meskipun suami pilihan ortu berusia lebih tua. Tapi tak apa. Yang penting apa-apa ada. Dan, menikahlah dia dengan lelaki bermobil sedan itu.

Lalu, bagaimana dengan si Kusdi? Apa boleh  buat. Mau tak mau harus menyadari. Memang yang seperti ini sudah menjadi masalah klasik bagi pemuda yang masih meniti karir. 

(ks/vah/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia