alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Polisi Lari Tunggang Langgang Dikejar Pasien Korona

30 Juni 2020, 11: 20: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

SIAGA: Tim gabungan polisi dan gugus tugas penanganan Covid-19 mencoba membawa pasien Covid-19 untuk isolasi mandiri.

SIAGA: Tim gabungan polisi dan gugus tugas penanganan Covid-19 mencoba membawa pasien Covid-19 untuk isolasi mandiri. (ABDUL FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Warga Desa Mindahan, Batealit, Jepara, dibuat geger salah satu pasien terkonfirmasi positif kemarin. Pasalnya pasien tersebut enggan isolasi mandiri. Bahkan saat hendak dimediasi oleh tim gabungan polisi dan gugus tugas justru dikejar oleh pasien itu. Seketika polisi dan tim lari.

Wahab salah satu warga setempat mengatakan, sepekan lalu ayah dari pasien itu meninggal dengan status positif Covid-19. Setelah itu lima anggota keluarga yang terdiri dari istri, anak, menantu, dan dua cucu pasien yang meninggal itu terkonfirmasi positif. Dari Satgas Kecamatan Batealit dan Desa Mindahan mengarahkan untuk isolasi mandiri.

Namun salah satu anggota keluarga itu menolak. Terkesan tidak percaya dengan adanya Covid-19. ”Katanya kalau memang positif dia ingin membuktikannya dengan berangkat bekerja dan berinteraksi dengan warga. Benar tertular korona atau tidak,” ujarnya.

Empat hari terakhir, upaya persuasi sudah dilakukan. Tapi masih saja menolak. Bahkan membuat resah warga di sekitarnya. Karena khawatir diancam dengan menempelkan tubuhnya dengan warga lain. "Sampai malam ini warga juga berjaga. Waspada dengan hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi Camat Batealit Sulistyo membenarkan salah satu warganya sempat menolak isolasi mandiri. Satgas Desa sampai tim puskesmas sudah berusaha memberikan pengarahan. Akhirnya angkat tangan. Lalu diteruskan ke Gugus Tugas kabupaten. Ditindaklanjuti dengan mendatangkan tim gabungan.

"Kondisinya masih berduka. Mungkin tidak menerimakan kalau terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya.

Untuk memastikan warga tersebut isolasi mandiri, difasilitasi pihak desa menandatangani pernyataan. Terkait kesediaan isolasi mandiri sesuai protokol Covid-19. Jika di kemudian hari tidak sesuai dengan pernyataan bermaterai itu, akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia