alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Bom Seberat 50 Kg di Blora Peninggalan Belanda Diledakkan Tim Gegana

29 Juni 2020, 15: 30: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

EVAKUASI: Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah mengevakuasi bom yang diduga peninggalan Belanda pada perang dunia kedua kemarin.

EVAKUASI: Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah mengevakuasi bom yang diduga peninggalan Belanda pada perang dunia kedua kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA - Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah mengevakuasi bom pesawat udara di pinggir Bengawan Solo Minggu (28/6) kemarin. Panjangnya sekitar 50 Cm. Diameternya sekitar 25 Cm. Memiliki ekor atau sirip empat buah. Beratnya sekitar 50 Kg. Diduga, bom itu merupakan peninggalan masa perang dunia kedua. Dugaan, terpasang di pesawat tempur zaman peninggalan jaman Belanda.

Bom itu kali pertama ditemukan Nanang, warga Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Blora. Saat itu ia mancing di pinggiran Sungai Bengawan Solo Sabtu (27/6) kemarin. Tepatnya, saat melempar pancing, kaki kanannya menginjak benda mirip bom. Akibatnya, kaki kanannya berdarah dan dibawa ke puskesmas. Setelah itu, dia melaporkan temuan bom tersebut kepada pihak kepolisian.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, lokasi penemuan berjarak sekitar 1 Km dari pemukiman warga. Melewati semak-semak. Dalam evakuasi kemarin juga juga menjadi tontonan warga. Mereka penasaran adanya temuan bom tersebut.

Ada sekitar lima orang dalam Tim Gegana Brimob Polda Jateng kemarin. Mereka tiba di Cepu sekitar pukul 10.00. Tim yang dipimpin Iptu M. Huda langsung evakuasi bom yang berada di pinggiran sungai Bengawan Solo. Lokasi penemuan juga sempat diberi garis polisi.

Selain itu, bom yang sudah dievakuasi langsung dibawa ke lokasi peledakan. Pengawalan ketat juga dilakukan sejumlah pasukan gabungan dari Polsek Cepu, Koramil Cepu, Polsek Sambong serta anggota Perhutani.

Dari pinggir bengawan Solo, bom diangkat dua orang anggota Gegana Polda Jateng dengan dibantu anggota Koramil/5 Cepu menggunakan tali yang diikatkan pada bom. Selanjutnya diangkat menggunakakan kayu. Sesampainya di atas, bom diangkut menggunakan mobil patroli dan di bawa ke lokasi pemusnahan. Yaitu di Pos DX kawasan perhutani KPH Cepu. Ledakannya terbilang tinggi. Bahkan awak media dan anggota lainnya harus menjauh sekitar 1 Km dari lokasi ledakan.

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia