alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Katup Normal Kembali, PDAM Rembang Pastikan Suplai Air Bisa 90 Persen

29 Juni 2020, 10: 53: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

LEMBUR: Petugas PDAM Rembang melakukan penanganan secara terukur saat menjumpai wilayah unit Rembang yang mengalami gangguan beberapa hari lalu.

LEMBUR: Petugas PDAM Rembang melakukan penanganan secara terukur saat menjumpai wilayah unit Rembang yang mengalami gangguan beberapa hari lalu. (PDAM REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Pelanggan PDAM Rembang akhirnya bisa terlayani dengan maksimal. Ini setelah beberapa hari ini mengalami gangguan lantaran pipa distribusi tersumbat pada bagian katup. Kini setelah berfungsi normal, suplai air ke 90 persen pelanggan normal kembali.

Gangguan ini, bermula adanya pipa rusak di Pamotan. Kondisi terakhir pipa kosong. Sehingga suplai distribusi pelanggan selama 24 jam sempat kosong. Indikasi munculnya sumbatan sudah diketahui titiknya yaitu di utara kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Akibat sumbatan ini menyebabkan selama tiga giliran air tidak lancar ke wilayah Sumberjo Klampis, Karangmencol dan Sumbermukti, meskipun mengalir hanya kecil, karena pipa tersumbat kerak. Sehingga yang daerahnya cukup jauh tidak bisa mengalir normal.

Setelah dilakukan perbaikan. Hasilnya sudah lancar. Kini pelanggan sudah kembali menerima aliran air bersih. Aliran sudah normal. Diawali proses eksekusi daerah yang diindikasi punya masalah, memfungsikan katup tetapi belum ada hasil.

Pekerjaan dikerjakan hari Rabu (17/6) hingga Kamis (18/6), wilayah teraliri bisa teraliri kurang lebih 90 persen. Sekarang sudah normal.

“Pekerjaan dilakukan hati-hati agar tidak merusak infrastruktur jalan. Tanahnya cukup sulit digali, struktur tanah banyak batunya. Akhirnya malam hari itu juga bisa dieksekusi pipanya. Setelah diangkat betul. Katup anjlok tapi tidak ada kerak. Jadi pipa jaringan clear,” terangnya yang dikerjakan koordinator unit Rembang Kota, Wisnu kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Kemudian dilakukan penyambungan setelah dipastikan tidak ada kerak maupun sumbatan lain. Setelah itu dirapikan galiannya. Akhirnya kembali semula. Itu dikerjakan malam hari Senin tanggal 22 Juni. Lokasi depan soto prambanan atau selatan kantor Korpri Rembang.

”Untuk normalisasi tergantung kondisi lapangan. Terkadang normalkan satu dua hari tidak bisa karena begitu pipa diisi, pelanggan memakai, banyak disebabkan angin. Cenderung air di atas, sehingga butuh Teknik mengawali. Diawali buang angin di tempat tertentu,” ujarnya.

Begitupun yang timur atau sebelah utara kantor Dinas Pendidikan. Aliran ada, cuma tidak ada tekanan. Kejadian mirip di Tawangsari barat. Setelah dikaji-kaji di jalan Pemuda gara-gara katup lama tidak berfungsi.

”Eksekusi butuh perijinan dan sebagainya. Kita konsultasi Direktur PDAM Rembang, M. Affan dan kita disetujui,” keterangannya.

Terkait pembagian zona turut diberikan gambaran. Rembang atas dibatasi dari pasar ke selatan. Dibagi beberapa zona. Zona pertama dari Sale, meliputi Clangapan-Rembang bawah, termasuk jalan Cikar sampai Sumberjo wilayah Grajen.

Kemudian pasar ke atas ada sebagian dibatasi pasar. Jadi pasar timur dan barat. Ada sebagian ikut Pamotan. Batasnya di gang klampis. Gang belik ikut Gunungsari yang ke selatan ikutnya Pamotan.

Di Gunungsari juga ada sistem penggiliran tiga hari sekali. Sumberjo atas yang pasar ke barat termasuk Grajen. Wilayah Gunungsari sendiri meliputi Jeruk, Ketanggi, Tasikagung Rembang barat (Pantiharjo ke timur). 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia