alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Cerita Perawat Jepara Sembuh dari Covid-19

Hilangkan Stres dengan Senam dan Main Tik Tok

28 Juni 2020, 17: 18: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMBUH: DM menjalani isolasi mandiri lagi tujuh hari ke depan usai dinyatakan sembuh dari Covid-19.

SEMBUH: DM menjalani isolasi mandiri lagi tujuh hari ke depan usai dinyatakan sembuh dari Covid-19. (DOK. PRIBADI)

Share this      

Sebanyak 14 tenaga kesehatan asal Jepara dinyatakan sembuh dari Covid-19. Mereka menjalani isolasi di Hotel D’season Premiere Jepara. Meski sudah sembuh, mereka masih menjalani isolasi mandiri selama tujuh hari di rumah masing-masing.

M. KHOIRUL ANWAR, Jepara, Radar Kudus

SELEPAS Salat Magrib telepon DM, 30, berdering. Dari dalam kamar Hotel D’season Premiere Jepara, ia mengangkat telepon itu. Dari salah satu teman seprofesi. Perawat.

Temannya itu mengatakan, kalau hasil dua swab terakhir milik DM telah keluar. Hasilnya negatif. Seketika ia menangis bahagia. Sujud syukur. Mengakhiri isolasi mandiri di hotel itu sejak 17 Juni lalu. Sebelumnya, ia sudah isolasi mandiri di rumah sejak 11 Juni.

”Ternyata ada pemberitahuan lewat Whatsapp dari pihak rumah sakit kalau ada daftar nama tenaga kesehatan yang hasil swab-nya dinyatakan negatif. Termasuk saya,” katanya.

Tak berselang lama ada pengumuman dari pihak hotel, daftar nama yang dibolehkan pulang. Jumat (26/6) sekitar pukul 19.00 ia keluar dari kamar hotel. Lalu menitipkan kunci kepada resepsionis. Tanpa ada yang menjemput ia kembali ke rumah. Nyetir mobil sendiri.

”Pas datang ke hotel saya memang bawa mobil sendiri. Takutnya kalau mengajak orang malah ikut terpapar,” tuturnya.

Ia menjadi salah satu tenaga kesehatan (nakes) dari 24 nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 pertengahan bulan ini. Awalnya ia mengikuti rapid test masal yang diselenggarakan RSUD RA Kartini.

Hal itu menyusul adanya salah satu pasien yang tidak jujur tentang kondisi kesehatannya. Pada 10 Juni lalu hasil rapid test-nya reaktif. Dua hari berturut-turut, dia giliran di-swab. Sambil menunggu hasilnya, ia menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selama menjalani isolasi, ia memakai masker. Sebab, ada ibu dan adiknya di rumah. Setiap jam makan, makanan diantar ibunya sampai di depan pintu kamarnya. Baru makanan itu diambil.

Perawat yang sudah bekerja di RSUD RA Kartini selama tiga tahun itu, tidak merasakan gejala sakit. Hanya lemas dan tidak enak badan. ”Saya kira mau datang bulan. Karena biasanya badan terasa meriang saat akan datang bulan. Ternyata tidak,” kenangnya.

Setelah tujuh hari di rumah, hasil swab keluar. Ternyata positif. Padahal selama ini ia tidak pernah kontak dengan nakes yang menangani Covid-19. Dia juga tidak ditugaskan di ruang isolasi.

Perasaan campur aduk. Sedih, takut, dan waswas. Pukul 19.00 dia berangkat ke Hotel D’season Premiere Jepara. Sesuai dengan arahan pihak rumah sakit. Tujuannya untuk isolasi mandiri. Selama perjalanan ia masih menangis. Bahkan, dua hari awal di hotel masih belum bisa menerima kalau dia terkonfirmasi positif Covid-19.

”Tapi saya pikir-pikir kok tidak baik. Malah imun saya akan lemah jika saya terpuruk. Untuk melupakan pikiran itu, saya main Tik Tok. Memang biasanya kalau jam istirahat kerja main Tik Tok bareng teman-teman perawat,” ujarnya.

Setiap pukul 08.00 sampai 10.00 nakes yang isolasi di hotel diberi kesempatan berjemur dan senam. Di jam itu pula ia main Tik Tok. Kesempatan menghibur diri dan saling sapa dengan teman yang lain hanya saat pagi hari itu. Selebihnya, harus di dalam kamar. ”Menyambangi kamar lain juga tidak boleh,” ungkapnya.

Ia menceritakan, selama isolasi ia merasa lebih dekat dengan Allah. Isolasi di dalam kamar membuatnya jenuh. Biasanya ia memperbanyak membaca Alquran, zikir, dan berdoa. Selain menenangkan diri, ia memperbanyak mengonsumsi air hangat, madu, dan jahe.

”Ada hikmahnya. Jadi tetap tenang, masih ada Allah tempat mengadu dan meminta. Pasti sembuh. Jangan sampai stres,” pesannya.

Setelah dinyatakan sembuh, ia masih belum bisa bekerja seperti biasa. Sebab, oleh dokter yang menanganinya, disarankan isolasi mandiri lagi selama tujuh hari. Untuk memastikan tidak kontak dengan orang lain.

Sementara ibu dan adiknya telah menjalani rapid test mandiri. Hasilnya nonreaktif. ”Alhamdulillah. Keluarga sehat,” ujarnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia