alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Ratusan Mahasiswa IAIN Kudus Diwisuda secara Online

28 Juni 2020, 12: 42: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

PINDAH TOGA: Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M. Ag saat melakukan prosesi wisuda di aula gedung rektorat lantai III kemarin.

PINDAH TOGA: Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M. Ag saat melakukan prosesi wisuda di aula gedung rektorat lantai III kemarin. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus menjadi perguruan tinggi pertama di Kabupaten Kudus yang melakukan wisuda saat pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaan wisuda pada kali ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya ribuan wisudawan hadir memadati kampus hijau ini, kini wisuda ke-27 program sarjana dan wisuda ke-9 program pascasarjana IAIN Kudus tahun 2020 digelar secara online. Hanya perwakilan saja yang bisa hadir secara langsung mengikuti prosesi wisuda di kampus. Sementara yang lainnya mengikuti secara daring di rumah masing-masing.

”Pelaksanaan wisuda kali ini berbeda dengan momen wisuda sebelumnya. Karena situasi pendemi, kami harus survive dan beradaptasi dengan melaksanakan wisuda secara daring,” kata Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M. Ag

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi kemarin, suasana kampus masih sepi. Prosesi wisuda dilaksanakan di aula Gedung Rektorat Lantai III. Tak banyak yang hadir, hanya ada 19 mahasiswa dari perwakilan masing-masing prodi yang mengikuti prosesi sakral ini. Selain pejabat IAIN Kudus, terlihat juga hadir beberapa dosen dan pegawai.

Dalam pelaksanaan kegiatan wisuda kemarin, pihak kampus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari pengecekan suhu di pintu gerbang, dan pemberian hand sanitizer kepada semua orang yang hadir. Selain itu, IAIN Kudus juga memberikan masker secara gratis kepada sejumlah tamu yang hadir. Social dan physical distancing juga benar-benar diterapkan dengan mengatur jarak tempat duduk tamu.

Meski harus dilaksanakan secara daring, wisuda tetap harus dilaksanakan dengan pertimbangan agar tidak terjadi penumpukan jumlah wisudawan. ”Jika wisuda kami tunda, akan terjadi penumpukan calon wisudawan. Tapi yang terpenting kami ingin agar mahasiswa segera bisa memanfaatkan ijazah yang diberikan. Sebab, pada periode wisuda November sepertinya masih berjalan secara daring,” jelasnya.

Wisuda daring IAIN Kudus ini telah mendapat rekomendasi dari satgas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kudus. Surat rekomendasi ditandatangani langsung oleh Plt Bupati Kudus. ”Atas nama pimpinan dan keluarga besar IAIN Kudus, kami mengucapkan terima kasih Kepada Pak Plt Bupati Kudus,” ungkapnya.

Wakil Rektor 1 Dr. H. Supa’at M. Pd mengungkapkan, jika jumlah mahasiswa yang diwisuda pada periode ini mengalami penurunan hingga 50 persen. Biasanya sebelum jumlah mahasiswa yang diwisuda mencapai 1.300 mahasiswa. Salah satu faktornya karena mahasiswa mengalami kesulitan pada saat proses bimbingan skripsi yang dilakukan secara daring.

”Maret saat diumumkan siaga Covid-19, semua pelayanan harus daring. Pihak kampus sudah memberikan kelonggaran kebijakan sistem penulisan skripsi objek penelitiannya boleh library riset. Tapi mahasiswa sudah terlanjur di tengah jalan. Mau mengumpukan data di sekolah tidak bisa, mau mengumpulkan data di lapangan kegiatan ekonomi masyarakat tidak bisa, mau mengubah judul sudah nanggung,” ungkap pria yang juga menjadi ketua panitia wisuda ke-27 program sarjana dan wisuda ke-9 program pascasarjana IAIN Kudus 2020.

Pihaknya memperkirakan jika pada wisuda periode yang akan datang terjadi pembeludakan peserta. Bahkan sangka yang diprediksi mencapai 2 ribu wisudawan. Jumlah ini melihat jumlah residu mahasiswa yang belum bisa wisuda ditambah dengan peserta KKN yang dijadwalkan bisa wisuda pada periode Juni 2022.

(ks/daf/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia