alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Nabila Zahro Pradani, Komikus Asal Pati

Sudah Punya Kontrak dengan Penerbit meski Pernah Ditolak

27 Juni 2020, 14: 05: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

CENDERAMATA: Nabila Zahro Pradani Syaputri (kanan) memberikan komik karyanya kepada gurunya di MTsN 1 Pati.

CENDERAMATA: Nabila Zahro Pradani Syaputri (kanan) memberikan komik karyanya kepada gurunya di MTsN 1 Pati. (MTSN 1 PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Nabila Zahro Pradani Syaputri tetap semangat menekuni dunia komik. Meski beberapa karyanya sempat ditolak penerbit. Kini, kerja kerasnya menggambar komik sejak taman kanak-kanak (TK) sudah membuahkan beberapa buku.

SRI PUTJIWATI, Pati, Radar Kudus

DUA buku komik karya gadis bernama lengkap Nabila Zahro Pradani Syaputri itu, diserahkan kepada perpustakaan MTsN 1 Pati. Karya tersebut merupakan kenang-kenangan sebagai alumni di madrasah tersebut. Wajahnya semringah saat memberikan buku komik kepada gurunya. Nabila baru saja lulus MTs. Kini, ia melanjutkan studinya di SMA.

Warga Desa Puluhan Tengah, Kecamatan Jakenan, Pati, ini mengaku mulai menyukai komik sejak TK. Itu berawal dari kesukaannya menonton Doraemon, Love Life, dan anime lain.

Sejak TK, ia mulai menggambar tokoh anime di kertas. Setelah masuk SD, gadis yang kini berusia 15 tahun ini, mulai mempunyai motivasi untuk membuat komik. Terlebih ketika melihat buku komik yang dibawa temannya. 

”Setelah lihat banyak buku komik karya orang lain, saya semangat untuk membuat komik. Nah, kelas IV SD itu coba-coba mengirim naskah komik ke penerbit. Ada empat naskah yang saya kirim kepada penerbit. Naskah pertama ditolak. Kemudian naskah kedua hingga keempat itu tidak ada kabarnya. Baru selang beberapa tahun, dua dari empat naskah yang saya kirim diterima oleh penerbit,” kenangnya.

Komik ciptaan Nabila yang diterima oleh penerbit berjudul ”Salju dan Teman dari Bulan”. Tema keduanya tentang cerita anak-anak. Komik karya Nabila telah dimuat bersama dengan komikus cilik lain.

Komiknya telah diterbitkan dan ia mempunyai kontrak dengan penerbit itu. Kontrak itu terkait kompensasi yang diterimanya. Bahkan, ketika nantinya karyanya dicetak ulang.

”Sebenarnya kayak tidak percaya komik saya sudah jadi buku. Tapi alhamdulillah, ini menjadi motivasi saya untuk terus berkarya. Sebab, kendala dari berkarya ini ya hanya mood. Kalau lagi tidak ada mood, pasti nggak bisa menggambar. Tapi kalau mood bagus, langsung bisa menggambar beberapa komik,” ucapnya.

Dara kelahiran Pangkalan Bun, 17  Juni 2005 ini, tak hanya harus menghadapi mood yang masih belum stabil. Terlepas dari itu, Nabila merupakan gadis kuat. Ia harus melawan situasi yang membuatnya sulit, karena harus menjalani operasi skoliosis. Yakni kelainan pada tulang punggung saat MTs. Hingga kini, meskipun sudah sembuh di punggungnya masih terdapat pen sisa operasi.

”Aktivitas saya (setelah operasi) jadi terbatas. Misal tidak bisa rukuk dan tidak bisa angkat berat. Kemana-mana diantar ibu. Saya sempat menangis saat operasi. Alhamdulillah banyak teman dan guru yang memberikan semangat kepada saya untuk sembuh dan terus berkarya,” ucapnya.

Dengan keterbatasan itu dan pernah ditolak penerbit, ia tak menyerah. Cita-cita Nabila ingin menjadi komikus terkenal. Ia ingin terus berkarya dan bisa bekerja dari rumah. ”Dukungan orang tua sangat berarti. Terutama ibu yang selalu mendukung saya,” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia