alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Tak Berbuat tapi Disuruh Tanggung Jawab

27 Juni 2020, 13: 53: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

Tak Berbuat tapi Disuruh Tanggung Jawab

WANTI (nama samaran) adalah janda anak satu. Dia sudah menjadi single parent selama satu tahun. Suaminya minggat ke luar pulau. Dia terpaksa mengajukan gugatan cerai kepada suaminya lantaran tak dinafkahi.

Selama menjanda, dia bekerja di suatu tempat sebelum dia menikah. Di konter handphone. Karena masih cantik dan terlihat belum memiliki anak, banyak lelaki yang menjadi pelanggannya. Padahal sudah beranak satu.

Boy (bukan nama sebenarnya), pemuda berusia 22 tahun. Selisih dua tahun lebih tua dengan Wanti. Dia bersama dua temannya memang sering main ke konter Wanti. Bukan hanya untuk membeli pulsa atau kuota. Melainkan untuk mendekati Wanti.

Wanti yang kesepian merasa senang berteman dengan mereka. Hingga mereka menjadi dekat. Surya (nama ganti) yang paling getol mendekati. Sementara Boy tidak begitu agresif seperti temannya itu.

Mereka sama-sama tahu kalau Wanti janda anak satu. Namun, karena kesengsem dengan kecantikan Wanti, Surya berusaha terus merebut hatinya. Mereka akhirnya pacaran. Di sisi lain, Wanti juga merespon baik Boy yang diam-diam naksir kepadanya.

Suatu hari, mereka pergi ke suatu hiburan. Karena sudah tahu kedua laki-laki itu suka mabuk, Wanti tak mempermasalahkan. Namun, tiba-tiba dia kena rayuan Surya yang memberinya minuman keras. Wanti dicekoki miras sampai tak sadarkan diri.

Akal licik Surya mulai bermain. Dia membawa Wanti ke sebuah penginapan. Di luar kesadaran, Wanti telah dinodai Surya. Tiga bulan setelah hari itu, dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Setelah periksa ke dokter, dia dinyatakan hamil.

Wanti syok berat. Dia mengingat-ingat, malam itu dia hanya pergi dengan dua lelaki itu. Setelah menanyakan ke Surya, dia mendapatkan jawaban kalau yang melakukan hal itu adalah Boy.

Tanpa berpikir panjang, dia mengajak ayahnya menemui Boy di rumahnya. Dia minta pertanggungjawaban. Seribu jawaban Boy tak digubris. Dia terdesak oleh Wanti dan ayahnya. Hingga akhirnya dia harus mau menanggung tindakan yang tidak dia perbuat. Padahal Boy sudah berencana untuk serius dengan perempuan lain.

(ks/qih/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia