alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Santri Boleh Balik ke Ponpes, Asal Terapkan Protokol Kesehatan

25 Juni 2020, 12: 59: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

PAKET SEMBAKO: Bupati Sri Sumarni bersama Forkopinda menyerahkan bantuan kepada pengurus Ponpes Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug kemarin.

PAKET SEMBAKO: Bupati Sri Sumarni bersama Forkopinda menyerahkan bantuan kepada pengurus Ponpes Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus - Pemkab Grobogan membolehkan santri kembali ke ponpes masing-masing. Asalkan, santri maupun pihak ponpes menerapkan protokol kesehatan. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

”Mari kita jaga kebersamaan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kalau memang dari ponpes mau memanggil santri, saya tidak ada masalah. Tetapi harus sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Bupati Grobogan Sri Sumani.

Pimpinan Ponpes Miftahulhuda Yudo Sulistiyo mengungkapkan, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan di pesantren. Saat ini, santri memang belum boleh kembali ke pondok semuanya.

”Kalau santri yang masih ada di pondok tidak boleh interaksi dengan masyarakat umum dulu. Untuk kegiatan keagamaan dilaksanakan di dalam pondok dulu,” terang dia.

Dalam kunjungan ke Ponpes Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug kemarin, bupati juga menyerahkan bantuan. Bantuan itu berupa peralatan kesehatan. Seperti alat semprot, disinfektan, masker, hand sanitizer, dan face shield.

Selain bupati, hadir pula sejumlah pejabat di ponpes tersebut. Seperti Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, Kapolres Grobogan AKBP July Leonard Siahaan, dan perwakilan dari OPD terkait.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia