alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Rice Liana, Inisiator Kampung Dongeng Blora

Roadshow Mendongeng di Depan 1.200 Siswa SD

25 Juni 2020, 11: 49: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

TUMBUHKAN KARAKTER: Rice dalam salah satu kesempatan mendongeng di depan siswa sebelum pandemic Covid-19.

TUMBUHKAN KARAKTER: Rice dalam salah satu kesempatan mendongeng di depan siswa sebelum pandemic Covid-19. (DOK. PRIBADI)

Share this      

Rice Liana menggeluti dunia dongeng sudah belasan tahun. Berbagai pengalaman menarik pernah dia alami. Salah satunya, ketika dirinya harus mendongeng tanpa pengeras suara di depan 1.200 peserta.

SAIFUL ANWAR, Blora, Radar Kudus

SUARA Rice Liana harus dilantangkannya sekian kali dari biasanya. Agar anak-anak yang duduk paling belakang dapat mendengar dengan baik apa yang diceritakannya, apa yang didongengkannya. Itu yang harus dilakukan Rice saat pengeras suara yang digunakannya mati.

Rice menjadi guru TK di Cepu sejak 2004. Namun, dia mengaku baru mencintai dunia dongeng semenjak 2009. Karena sering mendongeng untuk anak-anak yang diajarnya. Perlahan, Rice pun belajar dan terus belajar mendongeng sampai mendalam.

Setidaknya, Rice pernah ikut agenda Kemah Mendongeng lima kali. Yakni di Tangerang Selatan, Jogjakarta, TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarta, dan dua kali di Bogor. Tentu banyak ilmu yang didapat dari agenda-agenda tersebut.

”Biasanya kemah mendongeng itu dilaksanakan minimal setahun dua kali. Tempatnya beda-beda. Penyelenggaranya Kampung Dongeng Indonesia dari pusat,” terangnya.

Ada hal yang membuatnya termotivasi untuk terus mendongeng. Yakni karena dengan mendongeng bisa membuat hati orang gembira. Membuat hati orang gembira juga menggembirakan hatinya. Karena itulah dia semakin ketagihan menjadi pendongeng.

Rice menyelesaikan pendidikannya di Prodi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bojonegoro pada 2004. Karena tuntutan pekerjaannya, dia menempuh studi lagi di jenjang strata-1 Pendidian Guru (PG) PAUD di Universitas Ronggolawe Tuban. Tamat pada 2012 lalu.

Hari berbilang bulan, bulan berbilang tahun. Pada 2015, nama Komunitas Dongeng yang dibentuknya masih bergabung dengan Bojonegoro. Namanya yakni Kampung Dongeng BCB Bojonegoro, Cepu.

”Baru tahu tekniknya itu sejak setelah selesai ikut Kemah Dongeng pada September 2015,” tutur ibu satu anak itu.

Lalu pada 2016, kepengurusan Kampung Dongeng Blora disahkan oleh Bunda PAUD Blora Umi Khulsum Djoko Nugroho. Semenjak itu, Kampung Dongeng Blora memiliki kepengurusan yang jelas dan terpisah dari kelompok Bojonegoro.

Berbagai program kegiatan pun digelar. Antara lain yakni kampung dongeng keliling kampung, kampung dongeng menjemput berkah, kampung dongeng keliling MTQ, dan workshop mendongeng untuk orang tua di sekolah.

”Ada juga agenda rutin kampung dongeng di seluruh Indonesia. Kampung dongeng pekan ceria dan gratis,” kata yang tinggal di Cepu itu.

Hingga empat tahun sejak berdirinya, Kampung Dongeng Blora sudah pernah berkeliling ke 12 kecamatan dari 16 kecamatan di Blora. Dia pun berharap agar anak-anak di Blora terus menggemari dongeng. 

”Mendongeng kan menjadi media edukasi yang cukup baik untuk mengembangkan imajinasi anak. Jadi harapannya ya sejak anak-anak sudah menyukai dongeng,” tutur Rice.

Pada Oktober tahun lalu, Rice mendongeng di depan 1.200 siswa di Sidoarjo, Jawa Timur. Itu dalam sebuah event roadshow kerja sama dengan salah satu produk minuman.

Ada 20 sekolah yang didatanginya dalam roadshow tersebut. Paling sedikit, setiap sekolah ada 500 siswa. ”Ada yang 800, 700, paling sedikit 500 siswa,” katanya.

Paling lama, Rice tampil di panggung untuk mendongeng selama satu jam. Itu pun sudah termasuk icebreaking dan sebagainya.

Adapun tema mendongengnya lebih kepada pendidikan karakter, dan hikmah yang mudah diambil oleh siswa usia dini. Tokoh-tokoh yang diusungnya dalam dongeng bisa hewan, tumbuhan, dan manusia.

”Macam-macam tokohnya, yang paling penting isinya pendidikan karakter,” jelas perempuan 37 tahun itu. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia