alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Tanpa Pedekate, Menyesal Kemudian

24 Juni 2020, 11: 04: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

Tanpa Pedekate, Menyesal Kemudian

PDKT atau pendekatan tak berlaku bagi pasangan Bustomi (nama samaran) dan Nurbaya (bukan nama sebenarnya). Ya, mereka dijodohkan. Karena manut, Nurbaya bersedia saja dipasangkan dengan Bustomi.

Ceritanya, Bustomi lama menjomblo. Tidak pernah pacaran memang. Usianya masuk kepala tiga. Sedangkan Nurbaya gadis penurut. Terpaut enam tahun di bawah usia Bustomi. 

Kedua orang tua mereka saling mengenal. Sama-sama punya anak lajang, akhirnya sepakat menjodohkan keduanya. Hanya dengan ditunjukkan foto, Bustomi mengiyakan. Begitu juga Nurbaya. Perkenalan tatap muka hanya tiga kali.

Hari baik sudah ditentukan. Pesta pernikahan berjalan lancar. Hari berganti bulan. Nurbaya mengandung. Bustomi yang hanya bekerja serabutan, membuat Nurbaya ikut membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Ia membuka jasa setrikaan. Meski hamil ia tak mengeluh.

Anak di dalam kandungannya membawa rizki. Orderannya terus meningkat. Hasilnya lumayan. Bahkan melebihi penghasilan suaminya. Sementara Bustomi makin hari makin sepi. Bukannya kerja keras cari tambahan, malah santai-santai di rumah. Tahu kalau uang istrinya banyak. Padahal dalam keadaan hamil.

Pada akhirnya Bustomi nganggur. Nganggurnya tidak dibuat bantu istri. Malah dibuat kongkow dengan teman-temannya. Hari kelahiran buah hati semakin dekat. Nurbaya sudah antisipasi. Ia menabung. Sebulan sebelum lahiran, ia boyong. Kembali ke rumah orang tuanya. Sudah tidak kuat dengan tabiat suaminya yang tidak punya tanggung jawab.

Nurbaya menyesal tidak mengenal lebih dekat sosok Bustomi sebelum mengiyakan perjodohan waktu itu. Pantas saja menjomblo lama. Karena tidak punya tanggung jawab.

Buah hati lahir dengan selamat. Kelahiran itu tak juga membuat Bustomi sadar. Nurbaya akhirnya membuat gugatan. Surat nikah yang dulu dipegang berganti menjadi surat kuning (surat cerai).

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia