alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Guru PAUD di Kudus Ini Sadar Pentingnya Memiliki JKN

23 Juni 2020, 14: 32: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

RIKA SOFIANA SARI

RIKA SOFIANA SARI (Dok. Pribadi)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Perempuan yang berprofesi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) itu keuangannya sempat terkuras. Kejadian itu terjadi pada 2017. Saat itu dia mengalami kebocoran rahim. Dia diharuskan untuk melakukan operasi. Karena waktu itu belum menjadi peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) akhirnya dia banyak mengeluarkan biaya pengobatan.

Rika Sofiana Sari warga Desa Loram Kulon, Jati, 38, mengalami pendarahan hebat waktu hamil kedua. Pada saat itu dia sempat tak sadarkan diri. Dia pun langsung dilarikan ke klinik bersalin. Karena kondisinya parah, dia pun dirujuk ke rumah sakit.

”Saya sudah tak sadar, badan lemes, perut terasa sakit sekali. Diperkirakan HB saya mendekati nol. Saya benar-benar sudah pasrah,” jelasnya.

Setelah diperiksa dokter spesialis kandungan, ternyata ada kebocoran rahim yang mengakibatkan janis berada di luar dan harus diambil tindakan operasi. Rika hanya pasrah, dan sempat berpikir biaya rumah sakit habis banyak.

”Ya, terpikirkan biaya, dan tabungan sekian tahun terkuras untuk membayar rumah sakit. Saya menghabiskan biaya Rp 10 juta. Itu belum termasuk kontrol balik,” jelasnya.

Selang tiga bulan pascaoperasi Rika dinyatakan hamil. Dari sinilah dia mulai tersadar dan mengantisipasi kejadian 2017 itu terulang lagi.  

”Ketahuan hamil lagi, saya langsung daftar jadi kepesertaan JKN mandiri. Ternyata memang banyak manfaatnya. Lahiran anak ketiga selamat dan normal. Tidak mengeluarkan biaya karena sudah jadi peserta di kelas III,” terangnya.

Rika juga bercerita, pada saat anak ketiga berumur enam bulan sekitar Juli 2018, suaminya divonis kanker hati. Suaminya harus dirujuk ke RS Karyadi. Dia mengatakan, selama perawatan kurang lebih tiga bulan di RS Karyadi ditanggung JKN.

”Suami saya meninggal, karena penyakitnya sudah tergolong parah. Namun, yang menjadi pelajaran yakni, jangan menunggu sakit untuk menjadi kepesertaan JKN. Karena sakit bisa datang kapan saja,” terangnya. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia