alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Belasan Balita Dapat Perbaikan Gizi dari SG Ayomi

18 Juni 2020, 11: 35: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

KONSISTEN: PT Semen Gresik melalui program SG Ayomi turut membantu perbaikan gizi belasan balita di di kecamatan Gunem.

KONSISTEN: PT Semen Gresik melalui program SG Ayomi turut membantu perbaikan gizi belasan balita di di kecamatan Gunem. (HUMAS PT SEMEN GRESIK FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Belasan anak gizi buruk dari empat desa di wilyah Kecamatan Gunem mendapat perhatian khusus dari PT Semen Gresik. Tercatat ada 16 anak yang tahun ini dibantu perbaikan gizinya melalui program Semen Gresik Ayo Optimalkan Gizi (SG Ayomi). Program ini, disiapkan untuk menekan persoalan gizi buruk dan stunting yang menjadi perhatian serius pemerintah.

Nutrisionis UPT Puskesmas Gunem, Nuruz Zahrotun Nisa mengatakan progam SG Ayomi  menyasar empat desa. Yakni, desa Kajar, Timbrangan, Pasucen dan Tegaldowo. Ada 16 anak kasus gizi buruk yang dibantu progam hasil kolaborasi dengan UPT Puskesmas setempat.

Rata-rata enam bulan sudah terlihat hasilnya. Program ini membantu menangani kasus stunting. Adanya program tersebut pemenuhuan nutrisi anak gizi buruk yang berasal dari keluarga kurang mampu tercukupi.

”Kami mencontohkan balita AZ asal Desa Pasucen. Awal Januari 2020, saat pertama kali ikut progam SG Ayomi, bobot bayi yang kala itu berusia 14 bulan hanya 7 kilogram. Namun setelah hampir enam bulan, bobotnya naik signifikan. Saat ini mencapai 8,3 kilogram,” keterangannya.

Keluarga anak gizi buruk itu terbantu. Terlebih saat pandemi Covid-19. Sebab ekonomi keluarga mereka mayoritas tergolong kurang mampu. Ia sebutkan progam SG Ayomi kali pertama digulirkan September silam. Waktu itu balita yang dibantu Laila Qurrota Ayuni.

Buah hati Mukijan, 45 tahun dan  Ngamijah 32 tahun. Selain pendampingan dan pemberian nutrisi, SG  membantu Rp 5 juta membayar biaya perawatan selama di rumah sakit. Orang tuanya termasuk keluarga tidak mampu dan waktu itu belum terdaftar penerima program BPJS Kesehatan.

Menurutnya progam SG Ayomi ikut mempercepat penurunan angka gizi buruk di wilayah kerjanya. Berdasar hasil pendataan, saat ini masih ada 37 anak dengan gizi buruk yang tersebar di 16 desa se-Kecamatan Gunem. Jika penanganan 16 anak gizi buruk yang tahun ini disasar progam SG Ayomi rampung, maka hampir separo persoalan itu teratasi.

”Semoga tahun depan masih ada progam SG Ayomi. Dan kita berharap kegiatannya juga bisa diarahkan untuk desa-desa lain di Kecamatan Gunem yang ada kasus gizi buruk," harapnya.

Sementara Kepala Unit Humas dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Syaichul Amin mengatakan progam SG Ayomi sejalan progam pemerintah yang juga serius menangani gizi buruk. Persoalan gizi buruk tidak boleh dianggap sepele.

Sebab gizi buruk yang kronis bisa memicu munculnya stunting. Yakni pertumbuhan tubuh balita yang tidak normal untuk usianya. Lazimnya ditandai dengan kerdil, gampang sakit hingga kemampuan kognitif yang tidak optimal.

”Anak-anak gizi buruk harus mendapat penanganan yang optimal. Sebab mereka juga calon generasi penerus bangsa. Makanya Semen Gresik juga komitmen mengawal hal ini," tegasnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia