alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Kantongi SK Izin Operasional, SD Widya Kirana Terapkan Metode OSS

17 Juni 2020, 11: 25: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

SERAHKAN SK: Plt Korwil Kecamatan Kota Pusno (kiri) menyerahkan SK operasional sekolah kepada Ketua Yayasan Elim Kudus Miharsodono didampingi kepala SD Widya Kirana Priskilla kemarin.

SERAHKAN SK: Plt Korwil Kecamatan Kota Pusno (kiri) menyerahkan SK operasional sekolah kepada Ketua Yayasan Elim Kudus Miharsodono didampingi kepala SD Widya Kirana Priskilla kemarin. (INDAH SUSANT/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – SD di Kabupaten Kudus bertambah satu. Namanya SD Widya Kirana. Kemarin, SD Widya Kirana yanga berada di bawah naungan Yayasan Elim Kudus menerima SK izin operasional sekolah oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Kota.

Acara penyerahan itu  berlangsung di lantai III satu lokasi dengan PAUD Firdaus Jalan Pemuda. Penyerahan ini dihadiri Ketua Yayasan Elim Kudus Miharsodono, Plt Korwil Kecamatan Kota Pusno, dan beberapa pengawasan SD wilayah Kota. Serah terima SK ini tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Para guru dan yayasan merasa lega akhirnya SD Widya Kirana resmi menjadi sekolah baru. Guru juga siap menjalankan proses pembelajaran.

Ketua Yayasan Elim Kudus Miharsodono mengatakan, pembukaan SD ini berawal dari masukan orangtua dari pendidikan anak usia dini (PAUD). Melihat perkembangan kualitas PAUD begitu luar biasa dan baru tiga tahun berjalan sudah mendapatkan akreditasi A, akhirnya pihaknya membuka SD.

”Sebelum membuka SD kami sudah berjuang selama dua tahun. Setelah belajar dan siap, maka kami memberanian diri untuk membuka SD. Puji syukur, SK turun tertanggal 9 Juni 2020 dan diberikan kemarin (16/6),” ungkapnya.

Plt Korwil Kecamatan Kota Pusno mengatakan, SK sudah resmi diberikan. Ke depan tinggal melengkapi administrasi terkait dengan SK penugasan dari yayasan untuk kepala sekolah dan guru.

”Membuat rencana induk pengembangan sekolah (RIPS) ini penting. Nanti pengawas siap membantu dan mengarahkan untuk melengkapi. Mudah-mudahan SD Widya Kirana ini mampu mencetak siswa beprestasi,” terangnya.

Kepala SD Widya Kirana Priskilla menambahkan, sekarang ini sudah ada yang mendaftar. Jumlahnya 11 anak. Pendaftaran masih dibuka sampai Juli.

Untuk satu kelas ditarget 15 siswa. Nanti sekolah menggunakan kurikulum 2013 (K13) dengan menggunakan metode One Stop Schooling (OSS).

”Sekolah peminatan. Jadi, siswa masuk pukul 07.30 hingga pukul 13.00. Siswa menerima pelajaran umum seperti biasa. Dua jam berikutnya sesuai peminatan,” jelasnya.

Ada empat peminatan. Yakni Sains, Matematika, bahasa Inggris, dan musik atau seni kreasi.

Priskilla mengatakan, untuk masuk peminatan, siswa harus mengisi kuesioner. Namun, guru tetap melihat potensi anak.

”Tenaga pendidik kami sudah linier sarjana pendidikan. Termasuk guru Bahasa Inggris dan agama,” terangnya.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia