alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Samaan, Petani Anggur Sukses asal Kudus

Pensiun Jadi Tukang Bangunan, Kirim Bibit ke Seluruh Indonesia

17 Juni 2020, 10: 51: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

ISTIQAMAH:Samaan merupakan penghobi sekaligus sukses menjadi petani anggur. Sebelum menelateni pertanian anggur ini ia sempat menjadi tukang bangunan.

ISTIQAMAH:Samaan merupakan penghobi sekaligus sukses menjadi petani anggur. Sebelum menelateni pertanian anggur ini ia sempat menjadi tukang bangunan. (GALIH ERLAMBANG W/Radar Kudus)

Share this      

Samaan kini pensiun menjadi tukang bangunan. Beralih jadi petani anggur. Dirinya telah membuka kebun anggur beberapa hektare. Ia akan kembali membuka kebun yang sama. Belum sempat membuka lahan baru tawaran membeli hasil buahnya mulai berdatangan. Ia juga sukses menjual bibit buah itu ke hampir kabupaten di seluruh Indonesia.

GALIH ERLAMBANG WIRADINATA, Kudus,Radar Kudus

DI belakang rumah milik Samaan yang berlokasi di RT 1/RW3, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, begitu rindang. Rambatan daun dari tanaman buah anggur lebat memenuhi pekarangan rumahnya yang luasnya 7x20 meter. Minggu (14/6) pagi itu, pekarangannya dipadati pengunjung. Mereka datang membeli bibit anggur sekaligus berdiskusi dengan pemiliknya. Buah anggur yang bergelantungan menjadi objek berswafoto pengunjung. Bahkan sang pemilik mempersilakan pengunjung mencicipi anggur hijau yang mulai berbuah.

Baca juga: Hadirkan Inovasi Minak Djinggo Rempah, Nojorono Serap Banyak Pekerja

Jenis anggurnya yang ditanam bermacam-macam. Mulai dari ilaria, dixon, everest, dan sebagainya. Pada kesempatan itu wartawan koran ini diperbolehkan mencicipi anggur yang jenisnya Ilaria. Anggur berwarna hijau dan berbentuk lonjong. Anggur itu berasal dari Ukraina. Rasa daging buahnya renyah. Dalam satu buah mampu memunculkan rasa asam dan manis.

”Kalau pekarangan di bekalang rumah ini saya jadikan sampel buah anggur. Nantinya saya membuat kebun anggur sendiri,” kata pria yang disapa Aan ini.

Menanam anggur merupakan salah satu hobi yang Aan tekuni bertahun-tahun. Sebelumnya, dirinya sempat menjadi tukang bangunan yang merantau di kota-kota besar. Saat menggeluti pekerjaanya Aan menjadikan hobi menanam anggur itu menjadi sampingannya. Meskipun pekerjaannya itu berjalan, ia mengaku kesulitan. Pria berusia 32 tahun ini memutuskan pensiun menjadi tukang bangunan.

”Kalau jalan dua-duanya tidak fokus. Akhirnya saya memutuskan pensiun menjadi tukang bangunan, Alhamdulillah menekuni hobi ini menghasilkan,” ungkapnya.

Ia mulai fokus menekuni hobinya ini sejak 2018. Dari buah kesabarannya menanam anggur, ia mendadak dikenal. Aan juga menjual beberapa bibit anggur hampir ke seluruh Indonesia. Satu bibit anggur dijualnya Rp 125 ribu satu buahnya.

Dalam perawatan buah yang berasal dari luar Indonesia ini, kata Aan, tak tergolong rumit.  Dalam pemilihan anggur disarankan yang gampang berbuah di iklim tropis. Pemberian pupuk juga dilakukan secukupnya. Yang terpenting ialah rajin melakukan pemotongan daun-daun yang menjalar. Sekaligus menghindari pembuahan di musim hujan. Sebab dikhawatirkan buah akan rontok dan cepat busuk.

”Kalau anggur tergantung orangnya. Orangnya rajin ga? Kalau rajin ya dipotong-potong daunnya. Saat buah kecil-kecil tumbuh harus dipangkas. Ini bisa menyebabkan ukuran anggur akan kecil jika sudah tumbuh,” terangnya.

Untuk mengembagkan bisnisnya ini, Aan tengah membangun kebun anggur. Luas lahanya sekitar seperempat hektare. Nantinya kebun tersebut dijadikannya tempat sarana wisata edukasi. Sekaligus tempat memetik anggur secara langsung.

Meski baru berproses membangun kebun anggur, dirinya sudah mendapatkan tawaran buah hasil panennya bisa didistribusikan ke penjual sekitar. Rencananya kebun buah anggur milik Aan ini, ditanami sembilan jenis varian anggur. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP