alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Klaim untuk Bayar Utang, Komplotan Pencuri Kabel Milik Telkom Dibekuk

16 Juni 2020, 17: 01: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

CURAT: Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi didampingi Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksi pencurian kabel Telkom.

CURAT: Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi didampingi Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksi pencurian kabel Telkom. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Lima pemuda asal Purworejo dibekuk Satreskrim Polres Kudus saat melancarkan aksi pencurian kabel udara milik PT Telkom. Lima pelaku tersebut masing-masing PP, FS, TY, AD dan GH. Pelaku berinisial PP diketahui merupakan salah satu mitra kerja PT Telkom. Dia bertugas sebagai tukang tarik kabel dengan wilayah kerja Jateng-DIY.

Salah satu pelaku berinisial PP mengaku sudah tiga kali melakukan tindak kejahatan serupa di lokasi yang berbeda. Pertama dia bersama komplotannya melakukan di Kopeng. Pencurian kabel udara milik PT Telkom juga pernah dilakukan di Boyolali. Dan terakhir di wilayah Kecamatan Undaan, Kudus.

“Pernah di Kopeng, Boyolali, dan di Kudus ini tertangkap,” katanya.

Ide menggasak kabel tersebut diakuinya lantaran dirinya mengaku untuk bayar utang. Sebab, sebagai mitra, dirinya terkadang harus menanggung biaya operasional terlebih dulu hingga pekerjaan selesai.

Kabel yang diambil tersebut dijual di tempat rosok. Dengan harga Rp 50 ribu per kilo. Sebelum dijual, kabel tersebut dikuliti. Dari hasil penjualan tersebut, masing-masing orang diberikan bagian sekitar Rp 500 ribu - Rp 1 juta. “Peralatan punya saya sendiri. Saya sudah jadi mitra kerja selama 2 tahun,” imbuhnya.

Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi didampingi Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David mengatakan, pengungkapan kasus ini terjadi atas laporan dari salah satu Linmas di desa setempat. Saat itu Linmas curiga dengan aksi sekelompok pemuda yang sedang menurunkan kabel. Kemudian melapor ke Polres Kudus.

Untuk memastikan karyawan Telkom atau bukan, tim Satreskrim menghubungi Manager Telkom Kudus untuk datang ke TKP. Hasil keterangan dari Manager Telkom Kudus, di Kudus tidak ada pengerjaan jaringan. “Jadi pelaku bawa surat tugas, tapi palsu,” katanya. Pelaku dijerat dengan pasal 363. “Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara,” ujarnya.

Manager Maintenance PT Telkom Kudus Sujono mengatakan, akibat kejadian ini pihaknya merugi. Selain kerugian material sebesar Rp 80 juta, jaringan 80 pelanggan terganggu. Saat ini dimigrasikan dengan fiber optic. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia