alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Debit Air PDAM Alami Penurunan, Ribuan Pelanggan Dijatah Sistem Gilir

15 Juni 2020, 14: 18: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

LEMBUR: Sejumlah pekerja PDAM Rembang lembur melakukan penggantian pipa pecah di sekitar embung Rowosetro, Rembang.

LEMBUR: Sejumlah pekerja PDAM Rembang lembur melakukan penggantian pipa pecah di sekitar embung Rowosetro, Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG,Radar Kudus – PDAM Rembang kembali menerapkan sistem gilir pada ribuan pelanggan di wilayah kota. Kebijakan ini ditempuh disebabkan debit air Mudal, Pamotan, mengalami penurunan debit air cukup banyak.

Direktur Perusahaan Umum Air Minum (PUAM) Tirta Banyumili, M. Affan menyebutkan pihaknya terpaksa kembali memberlakukan sistem gilir. Hal itu disebabkan lantaran volume air yang diproduksi dengan kebutuhan konsumsi pelanggan di Rembang atas tidak seimbang. “Jadi lebih banyak konsumsinya. Jadi harus bergilir,” terangnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Dia menyebutkan sesuai data pelanggan unit Rembang Kota sebanyak 9.282. Kemudian Rembang bagian atas setengahnya. Pihaknya menyebutkan penurunan volume air, juga karena saat ini memasuki musim kemarau. “Penggiliran dilakukan agar semua rata mendapatkan layanan air bersih,” bebernya.

Selain itu, Affan mengakui meski debit kategori normal. Namun dari sisi distribusi ada sedikit hambatan. Salah satunya, dari Sale seperti ada pipa yang tersumbat. “Dari reservoir Ngandang sampai kantor Perhutani Ngandang ada sumbatan. Kami ganti pipa baru. Kami masih menunggu izin dari Bina Marga Provinsi, untuk izin penanaman pipa,” keteranganya.

Affan menambahkan, untuk wilayah jangkauan Rembang bawah. Menurutnya, ada kerusakan pipa jaringan distribusi utama ukuran 250 mm. Tepatnya yang dari Sale ke wilayah pelayanan Rembang kota pecah. Kejadianya sejak Kamis pagi. Kerusakan itu kemudian langsung dikerjakan.

“Ada tanah di lokasi tersebut longsor terus. Jadi air dari selatan embung Rowosetro merembes terus. Saat digali longsor terus. Kedalaman pila 2 meter. Sudah gali 2 meter diperbaiki tanah longsor. Jadi harus mengulangi penggalian,” bebernya.

Akibat pecahnya pipa tersebut pelanggan terdampak. Meliputi clangapan, barat sampai taman Kartini. Kemudian perumahan Griya Utama, Sidowayah, Kabongan Kidul sampai dengan wilayah Sawahan. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia