alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Lulusan Terbaik SMPN 1 Rembang Dihias Mahkota Princess

15 Juni 2020, 13: 40: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

BERPRESTASI: Kepala sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Choma Wati memberikan reward pada anak didiknya yang memperoleh 10 besar pada acara perpisahan sekolah, Sabtu lalu (13/6).

BERPRESTASI: Kepala sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Choma Wati memberikan reward pada anak didiknya yang memperoleh 10 besar pada acara perpisahan sekolah, Sabtu lalu (13/6). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – SMPN 1 Rembang Sabtu lalu (13/6) melangsungkan perpisahan sekolah dengan standar protokol kesehatan Covid-19. Acara yang digelar secara sederhana ini, tetap berlangsung meriah, sebab para guru mengenakan pakaian adat jawa. Sementara sepuluh yang diundang untuk mendapatkan reward mengenakan mahkota ala raja dan ratu. 

Konsep perpisahan sekolah dengan konsep raja dan ratu ini memang baru kali pertama. lantaran adanya pandemi korona. Namun begitu, acara tetap berlangsung meriah. Agendanya dipusatkan di aula sekolah. Guru-guru ini dandan sejak pagi. Mereka tetap mengenakan masker dengan logo sekolah. Untuk ibu guru seragam kenakan hijab pink. Sedangkan bapak gurunya mengenakan kopiah hitam dengan balutan jarit batik.

Semua membentuk pagar betis. Menyambut tamu. Ada dari komite, termasuk anak dan orang tua yang memiliki nilai sepuluh besar. Kebetulan kepala sekolahnya punya tradisi. Selalu beri reward anak didiknya. Tidak hanya uang pembinaan, tetapi mereka diberikan piagam.

Para tamu tidak luput dilakukan pemeriksaan. Di ukur suhu tubuhnya. Ketika normal dipersilahkan cuci tangan. Lalu masuk ruangan yang digunakan streaming. Tentu juga wajib gunakan masker dan duduk kursi yang sudah diatur jaraknya.

Kebetulan murid di sana 313. Yang diundang khusus virtual sepuluh besar. Lainnya mengikuti proses dari rumah masing-masing. Tidak kalah dengan bapak dan ibu gurunya. Anak-anak yang ikut pendadaran juga dandan.

Perempuan kenakan kebaya. Di atas kepala ada juga semacam mahkota seperti princes. Sementara yang laki-laki mengenakan seragam formal. Tidak ribet hanya baju putih panjang dan celana hitam. Mereka diminta naik di atas panggung.

Selanjutnya diberikan reward kepala sekolah, disaksikan orang tua murid. Patut membanggakan lagi kebanyakan mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Tetapi kerap kali mengukir prestasi, salah satunya FL2N

Kepala sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Choma Wati menyampaikan komitmenya sejak awal di sekolah yang dipimpinnya. Siapapun yang berprestasi berhak dapatkan apresiasi dan penghargaan. Karena mereka mendapatkan prestasi tersebut bukan tanpa perjuangan.

”Ini perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Tiga tahun mereka di sini. Ditambah lagi tahun 2020 lebih keras lagi berjuang dan pengorbananya. Karena harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh, tidak ada pertemuan di sekolah. Ikuti pembelajaran online dijalankan sesuatu petunjuk dari pemerintah,” ungkapnya di hadapan anak didiknya yang lulus. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia