alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Hasil PPDB SMA/SMK Komputerisasi Penuh 

Pendaftaran Daring Rabu 17 Juni 2020

15 Juni 2020, 10: 53: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

Jumeri, Kepala Disdikbud Jateng

Jumeri, Kepala Disdikbud Jateng (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG)

Share this      

SEMARANG, Radar Kudus - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK/SLB Negeri di Jawa Tengah dipastikan semuanya dilakukan dengan sistem komputerisasi penuh. Penentuan hasilnya pun, dipastikan tanpa tanpa campur tangan manusia. Kendati begitu, jika kedapatan memalsukan dokumen, akan langsung dikeluarkan dari sekolah.

“Semuanya dilakukan oleh mesin komputer yang terintegrasi dengan data based di Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Jateng,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah Jumeri kepada Jawa Pos Radar Semarang via telepon, Minggu (14/6) kemarin. 

Menurutnya, pendaftaran PPDB SMA/ SMK Negeri di Jateng tahun 2020 dilakukan secara daring atau online yang akan dibuka pada Rabu (17/6) mulai pukul 08.00 dan ditutup pada 25 Juni 2020 pukul 16.00. Evaluasi dan seleksi akan dilakukan pada 26-29 Juni 2020, pengumuman hasil seleksi pada 30 Juni 2020 selambatnya pukul 23.55, dan daftar ulang pada 1-8 Juni 2020. ”Bedanya dengan tahun lalu, calon pendaftar pada PPDB tahun ini diberikan banyak kemudahan. Karena itu harus jujur dalam meng-upload data,” jelasnya.

Bahkan, jika tidak memiliki gadget atau komputer di rumah, bisa datang ke warung internet. Bahkan, calon pendaftar juga bisa datang ke sekolah langsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, harus jaga jarak, memakai masker, serta hand sanitizer atau membasuh tangan dengan sabun. ”Bisa konsultasi ke sekolah,” jelasnya.

Dijelaskan juga, pendaftaran kali ini kecepatan mendaftar tidak lagi diperhitungkan. Tidak perlu cepat-cepat seperti tahun lalu. Akan dilihat dari prestasi dan umur. Paling dekat dengan sekolah dan paling tua umurnya akan diutamakan. Tapi calon pendaftar harus melihat posisinya menjelang akhir, apakah aman atau tidak. Jika tidak segera cabut untuk pindah ke sekolah lain.

”Bisa pindah ke sekolah lain. Caranya, membatalkan pendaftaran di sekolah pertama dulu, lalu mendaftar sekolah lain dengan mengisi ulang akun yang sama di jenis sekolah yang dituju. Jadi sistem aplikasi yang nanti menentukan, semua berdasar komputerisasi,” tegasnya.

Untuk calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah pilihan, tahun ini memang tidak langsung disalurkan ke sekolah lain yang kuotanya masih kurang. Tapi ada penawaran yang bisa dipilih calon peserta didik, apakah bersedia disalurkan atau tidak. Kalau tidak mau ya tidak disalurkan, berarti dalam formulirnya langsung ditulis tidak bersedia disalurkan. Sehingga, sistem tidak akan menyalurkan ke sekolah lain. ”Hal ini agar tidak memicu kuota kosong, karena siswa mengundurkan diri,” bebernya.

Dijelaskan juga, tidak semua dokumen persyaratan dilampirkan pada saat mendaftar. Yang diunggah hanya surat pernyataan kebenaran dokumen calon siswa yang diketahui orang tua, surat keterangan nilai rapor semester I-V dari sekolah, salah satu piagam prestasi dengan bobot nilai tertinggi. Khusus bagi calon siswa yang merupakan putra pejuang covid-19 yang bekerja di luar Provinsi Jawa Tengah, dan masih tercatat sebagai warga Provinsi Jawa Tengah, juga menyertakan surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi yang bersangkutan.

”Untuk berkas lainnya, seperti Surat Keterangan Lulus dari SMP/MTs sederajat, Ijazah/ Surat Keterangan Pengganti Ijazah, buku rapor, akta kelahiran, kartu keluarga/surat keterangan domisili, bukti kepemilikan kartu miskin (KIP, atau kartu PKH lain yang diterbitkan oleh pemerintah kabupaten/ kota (jika dari keluarga kurang mampu), akan diverifikasi saat daftar ulang. Dengan catatan datanya harus benar,” tandasnya.

Ditambahkan, saat mendaftar ada penandatanganan pakta integritas yang ditandatangani orang tua calon peserta didik. Yakni, jika memalsukan data atau ditemukan kepalsuan, maka siswa akan langsung dikeluarkan dari sekolah yang bersangkutan. ”Kami akan menerima siswa baru untuk SMA sebanyak 115 ribu dan siswa SMK 100 ribuan,” jelasnya. 

Ditegaskan, PPDB kali ini diselenggarakan penuh integritas, mengedepankan kejujuran dan keterbukaan. Sehingga, baik guru, calon siswa, maupun orang tua, dituntut melaksanakan proses dengan baik, sesuai regulasi dan situasi yang ada.

Sistem pendaftaran secara daring dengan penyampaian dokumen dalam bentuk file, memungkinkan orang bertindak tidak jujur. Namun, meski dokumen yang dilampirkan sebagai persyaratan menjadi acuan PPDB, seluruh fisik dokumen tersebut tetap akan diverifikasi saat daftar ulang.

“Saat daftar ulang, boleh ada pertemuan antara orang tua, siswa, dan pendidik. Untuk apa? Untuk verifikasi dokumen, apakah dokumen benar tidak ada yang palsu atau aspal (asli tapi palsu). Jika ada pemalsuan dokumen, kami akan berikan sanksi tegas, siswa yang sudah diterima itu langsung dicoret, dikeluarkan,” tegasnya.

Jumeri juga mengingatkan pihak sekolah agar kompak dan tidak melakukan modifikasi yang berisiko terjadi penyimpangan pada proses PPDB. Kepala sekolah diminta tidak membuat keputusan sendiri-sendiri, termasuk menyangkut daya tampung, mengingat daya tampung siswa sudah dipertimbangkan sesuai asas keadilan. Apalagi penambahan siswa dapat berdampak pada meningkatnya kebutuhan guru. Padahal tahun ini pemprov sudah memutuskan untuk tidak ada penambahan guru tidak tetap (GTT). ”Jadi, jangan nekat nampa murid di luar kuota,” sorotnya. (ida)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia