alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Jadi Guide, Sempat Terkendala Bahasa

11 Juni 2020, 20: 13: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

Nikensari Supriyanto

Nikensari Supriyanto (DOK PRIBADI)

Share this      

SEMPAT bekerja di agen wisata membuat Nikensari Supriyanto mengenal berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia. Tak tanggung-tanggung ia langsung mendapatkan penempatan kerja di Nusa Tenggara Barat (NTB), jauh meninggalkan Kabupaten Grobogan. Meski begitu, ia kerap menceritakan berbagai potensi wisata yang ada di Grobogan.

”Sesekali saat saya jadi guide, saya kerap cerita tentang Grobogan. Di Grobogan ada berbagai wisata unik yang tidak ada akan ditemukan di sini. Sepertu Bledug Kuwu dan Mrapen,” ujarnya.

Namun untuk keindahan alamnya, ia mengaku mencintai alam di NTB. Baginya alam di sana sangat indah bahkan keberagaman etnis masih begitu kental. ”Saya pun ingin terus mengeksplor alam. Selama ini saya sudah mengunjungi tiga gili terkenal di Lombok Utara, lalu Sembalun, Pantai Kuta, Pantai Mawun, Selong, Belanak, Sengigi, Tonjeng Beru dan Pantai Pink,” jelas Alumni SMAN 1 Purwodadi ini.

Meski begitu, gadis kelahiran Grobogan 9 September ini mengaku memiliki kendala berbahasa. Sebab setiap daerah di lombok memiliki bahasa yang berbeda-beda. ”Jadi agar tidak roaming dan cari aman. Saya menggunakan bahasa Indonesia. Tapi perlahan belajar bahasa sana seperti bahasa sasak,” ungkapnya.

Ia mengaku sulit dalam mendalami bahasa di daerah Lombok. Butuh waktu bertahun untuk mendalami bahasa tersebut, bahkan menurutnya tak sesusah belajar bahasa Thailand atau Korea. ”Susah bahasanya, sudah tahunan saja saya masih belum bisa bahasa sasak. Pelafalannya yang susah,” imbuhnya.

Meski begitu ia mengaku senang bisa bekerja di agen wisata. Sebab ia bisa berkesempatan mengunjungi berbagai wisata dan ikut mengeksplor alam Indonesia. Tak jarang setiap foto yang ia unggah di media sosial. Selalu menjadi daya tarik buat teman-temannya berkunjung.

”Kerap teman-teman bertanya lokasi dan budget untuk bisa ke sana. Sebenarnya untuk bisa menarik mereka berkunjung. Saya bisa sekalian melakukan review lokasi atau jadi travel writer (penulis kisah perjalanan). Saat ini masih belajar,” imbuhnya. 

(ks/int/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia