alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Ekspor Seret, Pengusaha Ikan di Rembang Terpaksa Pangkas Karyawan

11 Juni 2020, 13: 03: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTRE LELANG: Sejumlah nelayan mengantre lelang ikan di Kawasan TPI Tasikagung Rembang.

ANTRE LELANG: Sejumlah nelayan mengantre lelang ikan di Kawasan TPI Tasikagung Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Para pengusaha perikanan di Kota Garam mengaku terpaksa mengurangi karyawan akibat pembayaran hasil ekspor molor. Hal ini, juga berimbas pada perputaraan uang untuk modal usaha.

Herry Martono, salah satu pelaku usaha pengolahan ikan dari UD Sekawan Mina yang melakukan pengolahan ikan untuk kebutuhan ekspor. Seperti, ikan asin, tawas, depo dan pengolahan rajungan. Terpaksa memangkas sebagian pekerja hingga melakukan sistem giliran antar karyawan. waktu yang tidak tentu.

“Pengurangan karyawan terpaksa kami lakukan. Tetapi tidak banyak. Kami juga menerapkan sistem giliran. Misalnya biasanya masuk 100 orang, dibagi separonya masuk begitupun seterusnya. Jadi tidak ada yang diberhentikan,” ungkapnya.

 Dia mengaku, banyak karyawan keberatan. Karena tumpuannya mereka hanya disitu. Bahkan sampai menangis. Bingung untuk makan. Bahkan pabriknya sempat mencoba berhenti dua hari saat ramai korona. “Kami tidak tega,” katanya.

Memang diakui ekspor turun drastis. Apalagi dari sisi keuangan pabrik sampai molor berbulan-bulan. Padahal tidak pernah seperti itu. Dari sisi harga juga jatuh. Diberi gambaran biasanya sepekan sampai tiga kali pembayaran.

”Untuk pembayaran sempat ada yang molor. Biasanya seminggu tiga kali pembayaran. Saat ini ada sampai lima nota, keluar satu itupun sebelum hari raya belum lunas. Jadi bisa dua bulan lebih. Dicicil, tapi lunas setelah lebaran,” keterangannya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Suparman saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan sektor perikanan mulai bangkit. Hanya rantai distribusi yang kurang lancar.

”Rantai distribusi inilah yang menjadi molornya pembayaran. Ini terjadi sudah dari pabriknya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia