alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Dewan Tak Sreg Sekolah Dibuka Buru-buru, Salah Satu Alasannya karena..

11 Juni 2020, 11: 36: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

PENGAWASAN: Anggota komisi IV DPRD Rembang saat menjalankan tugas dan fungsi di sekolah SMP wilayah Kragan.

PENGAWASAN: Anggota komisi IV DPRD Rembang saat menjalankan tugas dan fungsi di sekolah SMP wilayah Kragan. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Komisi IV DPRD Rembang tak sepakat dengan langkah Pemkab Rembang yang terkesan buru-buru membuka kembali kegiatan belajar mengajar di Kota Garam. Salah satu alasannya, dewan tak ingin ada anak-anak didik sampai tertular virus korona.

Komisi IV yang bertugas melakukan pengawasaan bidang pendidikan ini, juga menyayangkan tak sepakat dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng yang sempat mengeluarkan statement, kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat diizinkan dibuka kembali, apabila melaksanakan protokol kesehatan. Terutama di zona hijau, seperti di Tegal dan Rembang. Untuk Dewan tak ingin pemkab terburu-buru.

Ini juga didasari munculnya surat edaran, nomor 500/1169/2020. Isinya tentang kesiapan pelaksanaan kegiatan pondok pesantren dan madrasah diniyah di Kabupaten Rembang pada masa kedaruratan Kesehatan masyarakat terhadap covid-19.

Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Nasirudin melalui anggotanya, Sahningsih menyatakan dewan tak sreg atas keputusan tersebut. Terlebih kondisi Rembang, faktanya ada kenaikan pasien yang positif korona. Apalagi kalau diterapkan di dunia pendidikan.

”Siapa yang akan menjamin anak kita tidak tertular. Apalagi anak merupakan masa depan bangsa, perlu kita lindungi,” tegasnya.

Menurutnya akan lebih baik daerah menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan. Sementara non formal sudah banyak yang membuka. Diambil contoh di Desa Plawangan, Kragan. “Di salah satu madrasah sudah mulai masuk. Beberapa hari lalu. Kami kaget, sebab sudah mulai masuk. Tentu ini bukan perkara mudah tatap muka. Apakah tidak khawatir dengan kondisi saat ini,” ungkapnya.

Tentu bukan hanya di Plawangan, Kragan. Rata-rata seperti itu. Anggota Komisi IV juga mendengar info, tapi belum tahu pasti. Beberapa pondok pesantren juga sudah mulai banyak berdatangan.

”Kami intinya senang. Daerahnya dinyatakan zona hijau, kita menyambut baik. Tetapi dengan kondisi seperti ini untuk dunia pendidikan nanti dulu. Kalau semuanya sudah stabil. Karena menyangkut masa depan anak. Mereka anak masa depan bangsa, kita tidak boleh main-main,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia