alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bobol ATM Pakai Kunci Lemari, Eks Pegawai Mandiri Gondol Ratusan Juta

11 Juni 2020, 10: 45: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

AMANKAN: Pelaku pembobolan ATM Mandiri di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora diringkus pihak kepolisian kemarin.

AMANKAN: Pelaku pembobolan ATM Mandiri di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora diringkus pihak kepolisian kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus - Aparat kepolisian Polres Blora berhasil meringkus pelaku pembobol ATM Mandiri. Dari pembobolan ini, pelaku yang diketahui mantan pegawai PT UG Mandiri Kudus ini berhasil mengantongi Rp 113.750.000. Uniknya, saat membobol ATM, pelaku menggunakan kunci kunci lemari.

Diketahui, pelaku beraksi sendiri. Pelaku berangkat dari Kudus menuju Blora untuk membobol ATM hingga dua kali.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto mengungkapkan, pelaku diketahui warga Kelurahan Margorejo, Kecamatan Dawe, Kudus. ”Pelaku juga berhasil menggasak uang ATM ratusan juta rupiah. Pertama pada Selasa (12/5) pukul 05.30 dan berhasil membawa uang sebesar Rp 43.950.000 dan Minggu(17/5) pukul 04.00 sebesar Rp 69.800.000,” ungkapnya.

AKP Setiyanto menambahkan, perbuatan pencurian ini diketahui setelah ada laporan dari PT UG Mandiri yang menemukan kejanggalan transaksi pada mesin ATM Mandiri di Jalan Raya Ngawen-Purwodadi. Tepatnya di Kelurahan Ngawen Kabupaten Blora pada 19 Mei 2020. ”Pelaku akhirnya kami amankan Rabu (27/5) pukul 14.00 di rumahnya,” bebernya.

Kasat Reskrim menjelaskan, pelaku beraksi seorang diri. Dengan cara datang dari Kudus dengan mengendarai 1 unit KBM Avanza dan langsung menuju ke mesin ATM Mandiri di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, pelaku menggunakannya untuk berbuat kejahatan.

”Hasil pemeriksaan petugas, pelaku mengaku mantan pegawai di perusahaan jasa pengisian ATM PT UG Mandiri Kudus selama 4 bulan. Dia di PHK pada bulan April lalu,” Jelasnya.

Sementara itu, kepada petugas pelaku mengaku bahwa uang hasil kejahatan dari membobol ATM tersebut digunakan untuk bersenang-senang dan bayar hutang. ”Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Total kerugian yang dialami PT UG Mandiri sebesar Rp. 113.750.000,” tegasnya. 

(ks/sub/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia