alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Ada Pandemi, Setiap Pagi Atlet PB Djarum Digenjot Fisik, Sore Teknik

07 Juni 2020, 10: 12: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

KERJA KERAS: Ratusan calon pebulutangkis saat audisi bulu tangkis di GOR Djarum Kudus tahun lalu. Atlet PB Djarum tetap berlatih fisik dan teknik meski pertandingan belum jelas.

KERJA KERAS: Ratusan calon pebulutangkis saat audisi bulu tangkis di GOR Djarum Kudus tahun lalu. Atlet PB Djarum tetap berlatih fisik dan teknik meski pertandingan belum jelas. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Porsi latihan atlet PB Djarum berkurang satu jam dari biasanya. Itu lantaran masih adanya pandemi korona. Meski saat ini berlatih selama dua jam, atlet PB Djarum tidak bisa santai. Sebab, setiap pagi atlet digenjot fisik. Sorenya digeber teknik.

Latihan fisik setiap pagi itu dilakukan pukul 07.00 sampai pukul 09.00. Lalu berlanjut lagi pukul 09.00 sampai 11.00. Latihan dibagi dua sesi karena total atlet PB Djarum mencapai 106 atlet.

Untuk teknik, latihan yang dilakukan atlet PB Djarum terdiri dari lari 6 kilometer, lari 400 meter dengan repetisi lima kali, lari sprint, angkat besi, dan agility.

Sorenya, atlet digeber teknik. Waktunya dimulai pukul 15.00 sampai 17.00 dan 17.00 sampai 19.00. Teknik dibagi lagi. Yakni stroke, drilling, dan game. Untuk latihan stroke, atlet memukul shuttlecock yang diarahkan oleh pelatih ke berbagai arah. Kemudian ada drilling. Berbeda dengan stroke, untuk drilling, atlet diwajibkan memukul berkali-kali ke arah yang sama, dengan jumlah 20 kok. Sedangkan game, atlet diharuskan bermain 21x2.

Pelatih PB Djarum Hastomo Arbi mengaku porsi latihan anak asuhnya memang berkurang satu jam dari yang biasanya dilakukan tiga jam. ”Porsi latihan karena ada korona kami kurangi satu jam. Program juga kami ganti-ganti. Kalau Senin game, Selasanya stroke. Kamisnya drilling,” jelas Hastomo.

Ditanya soal kompetisi, Hastomo masih menunggu. ”Kemungkinan Juli baru ada. Tapi evennya apa belum tahu,” sambungnya. Hastomo berharap performa anak asuhnya semakin bagus. ”Harapan saya anak-anak bisa ke Pelatnas. Biar di godok,” harapnya.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyampaikan, even terdekat dimulai bulan depan. ”Akhir Juli. Ada Yuzu Isotonik Magelang. 27 Juli sampai 1 Agustus 2020,” jelasnya.

Terpisah, atlet PB Djarum U-17 putri Chiara Marvella Handoyo mengaku tetap semangat menjalani latihan. ”Masih semangat. Juli katanya ada pertandingan. Tapi belum tahu nama evennya. Yang jelas target juara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan atlet PB Djarum U-17 putri yang lain. Velisha Christina. Dia juga tetap semangat berlatih. Bedanya, di pertandingan Juli mendatang, dia memasang target semifinal. ”Kejuaraan belum ada. Tapi kalau jadi di bulan Juli, target saya semifinal. Karena saya masih remaja. Bertandingnya dengan anak kelahiran 2004-2005. Sedangkan aku kelahiran 2005,” imbuhnya. 

(ks/vga/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia