alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

KONI Kudus Tepis Rumor Mosi Tak Percaya dari Pengcab Cabor

06 Juni 2020, 08: 33: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

SARPRAS: Ketua Koni Kudus Antoni Alfin mengecek peralatan fitness untuk para atlet di kantor setempat belum lama ini.

SARPRAS: Ketua Koni Kudus Antoni Alfin mengecek peralatan fitness untuk para atlet di kantor setempat belum lama ini. (DOK PRI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Ketua KONI Kudus menepis berkembangnya mosi tak percaya di lembaga yang dipimpinnya. Kepengurusannya terbilang masih solid dan kondusif.

Pria yang akrab disapa Anton ini mengungkapkan mengetahui adanya acara yang digelar pada Senin (1/6) sore lalu. Namun, sepengetahuannya acara tersebut hanya ramah tamah saja.

”Saya tidak menerima adanya mosi tidak percaya dari pengurus-pengurus kabupaten (pengkab) cabor,” ujar Anton.

Dia menerangkan, sesuai kabar yang beredar di sejumlah media bahwa menggelontorkan bonus atlet dan pelatih di ajang porprov tak sesuai kesepakatan. Kesepakatan bonus, kata Anton, dibuat saat Ketua KONI yang lama. Pihaknya hanya menjalankan program kepengurusan yang baru sesuai dengan alokasi dan kemampuan angggaran yang ada.

”Alokasi bonus atau tali asih atlet dan pelatih berprestasi di ajang Porprov 2018 sebesar Rp 6 miliar, sudah dicairkan awal 2019. Dan sudah diterimakan kepada semua atlet dan pelatih melalui transfer rekening bank,” jelas Anton.

Begitu juga dengan anggaran pembinaan pengkab tahun 2020 sudah ditransfer ke masing-masing rekening. Diakui ada sebagian yang belum menerima. Hal itu, katanya dikarenakan beberapa faktor, seperti pandemi korona sehingga pengkab yang bersangkutan belum bisa menyelenggarakan kegiatan pembinaan, dan permasalahan yang terkait administrasi pengkab sebagai syarat mutlak penerimaan dana pembinaan.

Sementara itu, Ketua PBVSI Kudus M Rinduwan menyampaikan, enggan menyampaikan poin-poin adanya mosi tidak percaya di kalangan pengkab-pengkab tersebut. Ia menyebut adanya 38 pengkab (dari 45 pengkab) sudah menyatakan mosi tidak percaya.

”Tapi saya tidak mau menyampaikan, tanyakan ke pengurus (KONI). Karena mosi itu juga ada dari pengurus. Kalau saya yang penting-penting hak-hak atlet. Sampaai sekarang bonus tidak diberi sesuai kesepakatan,” kata Rinduwan.

Dia mengatakan, pengkab voli belum mendapatkan dana. Padahal tahun sebelumnya pengkab voli mendapatkan Rp 55 juta. Harusnya, kata dia, Januari sudah dapat dana tersebut. 

(ks/vga/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia