alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sekap Korban selama Dua Hari, Pelaku Kuras Rp 230 Juta

04 Juni 2020, 11: 29: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

KEJAHATAN TERENCANA: Salah satu di antara lima pelaku perampokan dengan korban disekap dua hari dan dikuras uangnya hingga Rp 230 juta diamankan Satreskrim Polres Kudus.

KEJAHATAN TERENCANA: Salah satu di antara lima pelaku perampokan dengan korban disekap dua hari dan dikuras uangnya hingga Rp 230 juta diamankan Satreskrim Polres Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Belum sempat mengabiskan uang hasil kejahatan, lima pemuda asal Kudus diringkus Satuan Reskrim Polres Kudus. Mereka diringkus tak lama setelah polisi mendapat laporan dari korban Prayitno, 27, yang merupakan mahasiswa yang tinggal di Mejobo.

Dari lima tersangka, tiga di antaranya merupakan napi asimilasi dan satu orang merupakan teman SMA korban. ”Kami mendapat laporan pada 27 Mei. Dua hari setelahnya, kami sudah berhasil mengamankannya,” kata Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi kemarin.

Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto mengungkapkan, lima tersangka tersebut, yakni Abdullah Rifa’i, 26, warga Kecamatan Mejobo, teman SMA korban yang menjadi otak kejahatan. Kemudian Moh Luthfian Dian Argani, 23, warga Mejobo berperan mencairkan saldo dalam akun Indodax milik korban.

GELAR PERKARA: Lima tersangka saat gelar perkara di Mapolres Kudus.

GELAR PERKARA: Lima tersangka saat gelar perkara di Mapolres Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Sementara tiga tersangka yang merupakan napi asimilasi yakni Muhammad Mahmud, 25, warga Kecamatan Bae yang berperan sebagai pemukul. Dia merupakan napi asimilasi yang keluar dari Lapas Pati pada 3 April 2020 terkait kasus 362 KUHP, 363 KUHP, dan 170 KUHP dengan total hukuman enam tahun dan baru menjalani tiga tahun.

Tersangka lain, Ivan Firman Maulana, 22, warga Kecamatan Mejobo yang berperan sebagai sopir. Dia merupakan residivis kasus 363 KUHP. Satu tersangka lagi, Shafan Kahirul Waro, 21, waga Mejobo, residivis kasus 363 KUHP yang berperan membawa sepeda motor milik korban.

”Korban tidak tahu kalau teman SMA-nya terlibat. Baru diketahui ditekahui setelah mereka ditangkap. Dan justru dia yang jadi dalang kejahatan,” ujarnya.

Kapolres menceritakan, peristiwa ini terjadi pada Selasa (19/5) sekitar pukul 12.15 di pinggir Jalan Lingkar Selatan sebelah utara Stikes Cendekia Utama (Cenut). Awalnya, korban bertemu dengan Abdullah Rifa’i di pinggir jalan sebelah barat Bank BRI Mejobo. Korban kemudian diajak ke Bank Mandiri di Kecamatan Kota menemani Rifa’i mengambil uang. Uang tersebut rencananya untuk melunasi utang Rifa’i kepada korban senilai Rp 50 juta.

Korban bersama pelaku otak kejahatan ini, berboncengan dengan sepeda motor bernomor polisi (nopol) K-4239-WR menuju Bank Mandiri. Namun, saat perjalanan sampai di Jalan Lingkar Selatan tepatnya di utara Stikes Cenut Kudus tiba-tiba diserempet dan diberhentikan oleh mobil.

Dari dalam mobil keluar dua orang dan mendekati korban. Korban kemudian disekap dan ditutup matanya menggunakan masker yang digunakan korban, lalu dimasukkan ke dalam mobil. Saat di dalam mobil, helm korban dilepas dan kepala korban langsung dipukul oleh salah satu pelaku menggunakan tangan kosong.

”Di dalam mobil pelaku mengaku aparat yang sedang mengintai korban, karena diduga menjadi pelaku judi online,” katanya.

Tak hanya memukul kepala korban, pelaku juga memborgol kedua tangan korban di belakang pinggang menggunakan borgol besi. Kedua kaki, mulut, dan mata korban ditutup dengan lakban. Setelah itu, korban ditanya tentang akun-akun yang digunakan korban untuk jual beli aset digital trading bitcoin.

”Pelaku juga memaksa mengambil dompet dan handphone yang ada di saku celana korban. Dan memaksa meminta nomor pin ATM korban. Jika tak memberi, korban diancam akan menembak dan menyekap dalam ruangan selama tiga hari,” jelasnya.

Setelah disekap dua malam, sekitar pukul 03.00 korban bersama Abdullah Rifai dimasukkan ke dalam mobil. Lalu selang satu jam korban dan tersangka Abdullah Rifa’i diturunkan di pinggir Jalan Lingkar Selatan di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus. Setelah itu, para pelaku pergi meninggalkan mereka berdua.

Kemudian pada pagi harinya korban mengecek saldo rekening korban dan ternyata terkuras habis diambil pelaku. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian total Rp 230 juta dan HP senilai Rp 4 juta.

Dari kejadian ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu mobil dan motor sebagai sarana kejahatan, satu mobil hasil kejahatan, dua HP hasil kejahatan, satu buah borgol, dan lakban untuk menyekap korban.

Kini para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka diancam Pasal 365 KUHP jo Pasal 333 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan serta Penyekapan. ”Ancaman hukumannya delapan tahun penjara,” tegasnya.

Salah satu pelaku Abdullah Rifa’i mengaku telah merencanakan tindak kejahatan ini sejak jauh-jauh hari. Dia mengaku kesal dengan rekannya tersebut, karena selalu menang dalam trading bitcoin. Sementara uang hasil kejahatan tersebut, telah dibelikan satu unit mobil dan HP. Sementara uang Rp 55 juta telah digunakan membayar utang dan dibagikan kepada rekannya.

”Saya khilaf. Saya kesal karena teman saya selalu beruntung, sementara saya utangnya banyak,” ujarnya. 

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia