alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Diusulkan ke DPP, Bacawabup PPP Mulai Tebar Pesona

03 Juni 2020, 08: 01: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

GAYENG: Gus Umam (berpeci) bersama Arifin, kedua bacawabup penjaringan PPP pada Pilkada 2020 mendatang ini nampak akrab saat bertemu baru-baru ini.

GAYENG: Gus Umam (berpeci) bersama Arifin, kedua bacawabup penjaringan PPP pada Pilkada 2020 mendatang ini nampak akrab saat bertemu baru-baru ini. (DOK.RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Para calon wakil bupati (bacawabup) yang turut penjaringan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai tebar pesona agar dikenal publik. Ada yang memasang ratusan spanduk di 14 kecamatan, ada yang blusukan dengan bersepeda ada juga yang memanfaatkan media sosial Facebook.

Seperti diberitakan sebelumnya, partai belambang kakbah telah mengusulkan empat nama hasil penjaringan untuk dipilih sebagai pendamping Abdul Hafidz pada Pilkada Desember 2020 mendatang. Mereka yang diusulkan ke DPW dan DPC yakni, Zaimul Umam (Gus Umam), Bayu Andiryanto (Ketua DPC Nasdem), Arifin (Importir) dan Harno (Ketua DPC Demokrat).

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus. Salah satu sepanduk “tebar pesona” bacawabup penjaringan dari PPP yakni Zaimul Umam  (Gus Umam) ada ratusan spanduk ucapan Idul Fitri yang terpasang sejak akhir Ramadan lalu dengan pemasangan menyebar di 14 kecamatan di Kabupaten Rembang. 

Sementara, Arifin yang juga masuk bacawabup PPP mulai pekan lalu memanfaatkan media Facebook dengan akun “Kang Arifin”. Tercatat ada  sekitar 1.435 pertemanan dalam akun tersebut.

Gus Umam yang namanya turut di kirim ke DPW dan DPP PPP mengaku mengapresiasi dan menghormati keputusan partai yang menaunginya.

“Sebagai kader partai saya sangat menghormati keputusan-keputusan partai. Hal yang sama, terkait Pilkada Kabupaten Rembang, saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim seleksi internal partai PPP yang menempatkan saya termasuk dalam 4 diantara 7 kandidat bakal calon yang akan mendampingi Pak Hafidz  pada pilkada nanti,” ujarnya. 

Soal apakah namanya bakal dipilih atau tidak, Adik Gus Baha ini menyerahkan keputusan pada partai.

“Akan saya terima dengan legawa. Saya masih sangat percaya, bahwa jajaran pengurus di PPP sangat selektif dan memiliki pertimbangan-pertimbangan yang objektif dan rasional untuk menempatkan bakal calon yang akan mendampingi Pak Hafidz dalam Pilkada. Di samping faktor popularitas dan elektabilitas, pertimbangan nama besar partai PPP dimasa mendatang tentu menjadi faktor yang sangat penting,” jelasnya.

 Sementara itu, Arifin saat dikonfirmasi justru baru mengetatui informasi jika namanya termasuk yang diusulkan ke DPW dan DPP. Sampai sejauh ini dirinya juga belum menentukan seperti apa ke depan.

”Mengalir saja. Saya belum tahu dari partai. Sesuai kemarin saja saya sempat titip pesan. Bagi siapapun yang terpilih tiga hal saya sampaikan jangan ditinggal dalam harlah PPP. Biasanya kedinasan, kalau UKM biasanya melatih saja. Masalah pemasaran dan permodalan tidak dipikirikan dalam satu paket. Figure yang ingin menyalon wakil bupati banyak. Saya juga orang ndeso (kampung),” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia