alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Kabupaten Rembang Bakal Terapkan New Normal

02 Juni 2020, 16: 59: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

TAMPAK RIANG: Wisatawan menjajal permainan di lokasi pantai karang jahe sebelum adanya pandemik Covid-19 beberapa waktu lalu.

TAMPAK RIANG: Wisatawan menjajal permainan di lokasi pantai karang jahe sebelum adanya pandemik Covid-19 beberapa waktu lalu. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus Kota Garam berbenah mengatur skenario new normal di segala sektor. Aktifitas pemerintahan, pendidikan, hingga sosial akan menuju kebiasaan baru. Rumusan tersebut baru akan dibahas besok. Ya, dengan adanya pandemi Covid-19 ini memang berpengaruh pada aktifitas ekonomi. Salah satunya pariwisata. Sektor ini dinilai harus berani membuka diri. 

Semenjak adanya kebijakan penutupan sementara, dampak pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata pun dinilai sulit tercapai. Target PAD pariwisata sendiri sekitar Rp 1 miliar. Karena kondisi pandemi Covid-19, ada kebijakan mengurangi target tersebut 50 persen. Sehingga menjadi Rp 500 juta. Target tersebut bersumber pada beberapa titik. Seperti TRP Kartini Rembang, Museum RA Kartini, dan beberapa kios yang berada di kompleks pasujudan Sunan Bonang.

Sementara itu, baru-baru ini santer terdengar wacana new normal. Menanggapi hal ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Dwi Purwanto menjelaskan, hingga kemarin belum ada pembahasan lebih lanjut terkait rencana pembukaan kembali destinasi wisata.”Belum, besok Rabu 3 Juni kami baru rapat dengan pak Asisten I bahas tentang new normal,” ujarnya.

Asisten I Skertariat Daerah (Setda) Rembang Ahmad Mualif menjelaskan, pada intinya, semua aktifitas pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, hingga perdagangan berjalan dengan pengaturan menuju kebiasaan baru yang aktif, produktif, dan kreatif. ”Dengan tetap memperhatikan sungguh-sungguh pencegahan penyebaran Covid-19. Baru akan dirumuskan dalam rapat tanggal 3,” jelasnya.

Yudianto, Anggota Komisi II bidang perekonomian berharap, ketika new normal diterapkan di Rembang, perputaran ekonomi bisa segera pulih. Kondisi pandemi ini, menurutnya, daya beli masyarakat berkurang. Karena adanya beberapa kegiatan ekonomi yang vakum. Seperti sektor pariwisata sendiri, menurutnya, harus sudah berani membuka diri.”Saya pikir untuk wisata di Rembang harus berani membuka diri,” katanya.

Ia mencontohkan salah satu destinasi Karang Jahe yang dinilai membantu perekonomian warga setempat. Dengan tidak adanya aktivitas wisata, kondisi ekonomi pun tidak seperti biasanya. Pendapatan dari desa juga berkurang. ”Tetap harus disiplin. Harus ada sosialisasi dari pemkab, semua pihak untuk mensosialisasikan kita perlu hati-hati sekali,” ujarnya.

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia