alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Diminati Pelanggan, Produk Tas Kulit Suwaduk Tawarkan Kualitas Terbaik

02 Juni 2020, 10: 43: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

ISTIMEWA: Produk tas kulit yang diproduksi oleh salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) kerajinan kulit di Desa Suwaduk baru-baru ini.

ISTIMEWA: Produk tas kulit yang diproduksi oleh salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) kerajinan kulit di Desa Suwaduk baru-baru ini. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Tidak hanya terkenal dengan produk sepatu kulitnya, kini produk tas kulit dari Desa Suwaduk mulai diminati para pelanggan. Hal itu seperti yang diungkapkan Mustofa, salah seorang pengrajin sepatu kulit di desa tersebut.

”Untuk produk tas kulit baru saja kami mulai produksi. Masih terbatas. Pembelinya dari pelanggan-pelanggan yang sudah tahu kualitas produk kami,” terang pemilik merek Forist ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Produksi tas kulit yang dilakukan Mustofa masih berdasarkan pesanan. Rata-rata satu pesanan bisa diselesaikan dalam waktu dua sampai tiga hari. Keunggulan tas kulit yang diproduksinya adalah dari segi bahannya yang berkualitas, dan desain tas yang bisa sesuai selera pemesan.

(ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

”Memang untuk target memang ada kelas pasar sendiri. Tidak jarang pelanggan sepatu saya yang berminat produk tas saya bahkan ingin membeli secara kredit. Karena terbentur harga,” imbuhnya.

Satu buah tas kulit bikinan Mustofa dibanderol mulai Rp 200 hingga Rp 500 ribu. Tergantung bahan kulitnya. Jika kulit full up harganya mencapai Rp 500 ke atas.

Lebih lanjut, Mustofa berharap agar pengembangan produk kerajinan kulit yang ada di Desa Suwaduk bisa makin dikenal. Selain produk sepatu yang pertama muncul, produk lain seperti tas, dompet, hingga sabuk diharapkan bakal terangkat.

Sebelumnya produk berupa sepatu kulit lebih dulu moncer. Desa Suwaduk menjadi sentra produksi kerajinan kulit tersebut. Untuk produk sepatu Pemerintah Kabupaten Pati telah mendukung penuh usaha tersebut. Mulai dari produksi hingga pemasarannya. Termasuk membuka pasar yang pasti bagi para pengrajin yang cukup membantu. Seperti memberikan fasilitas perdagangan di Plaza Pragolo dan membuka pasar bagi para PNS.

Kasi Promosi Produk Daerah pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, Alfianingsih mengungkapkan, produksi tas, dompet dan lainnya merupakan inovasi baru dari para perajin sepatu kulit di Wedarijaksa.

”Meskipun masih dalam tahap uji coba, tetapi proses ini harus didukung sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi kerajinan kulit yang ada di Kabupaten Pati. Kami berkomitmen untuk memajukan produk-produk tersebut,” paparnya.

Jika di Jawa Timur memiliki kawasan Tanggulangin yang merupakan sentra kerajinan kulit, maka Kabupaten Pati berkeinginan suatu saat bisa menjadi sentra kerajinan kulit di Jawa Tengah.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia