alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tradisi Selamatan dan Kupatan di Waduk Logung Hanya Diikuti 30 Orang

30 Mei 2020, 09: 53: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

TERBATAS: Tradisi selamatan dan kupatan di logung rencananya digelar Minggu (31/5). Karena ada pandemi korona, tradisi itu hanya diikuti 30 orang.

TERBATAS: Tradisi selamatan dan kupatan di logung rencananya digelar Minggu (31/5). Karena ada pandemi korona, tradisi itu hanya diikuti 30 orang. (VEGA MA'ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Tradisi selamatan tahunan dan kupatan di waduk Logung rencananya bakal digelar terbatas besok. Biasanya tradisi itu diikuti ratusan orang. Namun, karena ada pandemi Covid-19, tradisi itu hanya diikuti 30 orang.

Konsep tradisi nglarung tersebut yakni melarung lima ayam kampung bewarna putih. Lokasinya di sebelah timur logung. Lokasi itu dipilih karena merupakan tempur pertemuan aliran sungai.

Mengingat adanya kondisi pandemi, kegiatan selamatan dan kupatan itu direncanakan hanya diikuti 30 orang. Sedangkan jumlah perahu yang digunakan sama seperti tahun lalu. Yakni 20 perahu. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sabari.

Sabari menambahkan, kegiatan nglarung saat kupatan tersebut sedianya sudah dimulai sejak tahun lalu. ”Tahun lalu sudah ada. Kalau tahun ini karena ada korona kegiatannya kami laksanakan secara terbatas,” jelas Sabari.

Salah seorang warga Desa Kandangmas sekaligus operator perahu wisata Logung, Samiono mengaku saat acara selamatan dan kupatan tahun lalu, dia mampu meraup Rp 1,3 juta dalam sehari. Itu untuk perahu wisata tipe tongkang. Sedangkan untuk perahu fiber bisa meraih penghasilan Rp 2,5 juta dalam sehari. Itu dimulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00. ”Kalau tahun ini belum tahu dapat berapa. Kan kegiatan kupatan juga dibatasi,” jelasnya. 

(ks/vga/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia