alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bobol Dua ATM, Pemuda 23 Tahun Ini Berhasil Gondol Uang Rp 113 Juta

29 Mei 2020, 11: 38: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

INTEROGASI: Petugas kepolisian Polsek Ngawen, Blora, meminta keterangan dari pelaku pembobolan ATM.

INTEROGASI: Petugas kepolisian Polsek Ngawen, Blora, meminta keterangan dari pelaku pembobolan ATM. (POLSEK NGAWEN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Seorang pemuda 23 tahun berinisial MAS ditangkap Unit Reskrim Polsek Ngawen. Pemuda asal RT 3/RW 1, Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kudus, itu ditangkap karena diduga telah membobol dua mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kecamatan Ngawen.

Kapolstek Ngawen Iptu Sunarto mengungkapkan, pelaku diamankan pada Rabu (27/5) lalu. Pelaku tak melakukan perlawanan saat ditangkap. ”Hari Rabu (27/05) lalu pukul 14.00, kami amankan pelaku ketika sedang berada di rumahnya," terangnya kemarin.

Dari dua ATM yang dibobol, pelaku berhasil memperoleh lebih dari Rp 113 juta. Rinciannya, pada Selasa (12/5) mendapat Rp 43,9 juta dan Minggu (17/5) menggasak Rp 69,8 juta. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku melancarkan aksinya pada pukul 05.30 dan 04.00 seorang diri.

Iptu Sunarto menambahkan, tersangka melakukan aksinya dengan cara merusak pintu pelindung kotak ATM menggunakan kunci almari. Berdasarkan keterangan saat penyidikan, pelaku merupakan mantan karyawan PT UG Mandiri Kudus. Dengan pengalamannya dan keahlian yang dimiliki, pelaku bisa dengan mudah mencuri uang dengan kunci almari.

”Hasil pemeriksaan sementara oleh petugas, tersangka memang mantan pegawai di perusahaan jasa pengisian ATM PT UG Mandiri Kudus selama empat bulan. Di-PHK pada April lalu," tambah Iptu Sunarto.

Pelaku seorang diri itu, datang dari Kudus ke Blora untuk mencuri uang di ATM. Setelah melihat hasil rekaman CCTV, tak butuh waktu lama bagi petugas untuk mengamankan pelaku.

Iptu Sunarto menjelaskan, dari hasil perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya enam tahun penjara. 

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia